
Bukittinggi,Dirgantaraku.com,–Guna mengasah ketajaman teknik sekaligus memperkuat ketahanan fisik para atlet, empat klub Muaythai di bawah naungan KONI Kota Bukittinggi menggelar sesi latihan bersama (Joint Training). Kegiatan ini dipusatkan di GOR Sport Hall Atas Ngarai, Jalan A. Rifai, Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, pada Minggu (18/01/2026).
Agenda yang diinisiasi oleh J_Zie Muaythai Club ini menitikberatkan pada program simulasi tanding sparing partner dan penguatan stamina. Empat klub yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah J_Zie Muaythai Club, Station Muaythai Club, Wisedekers Muaythay, dan Bulan Muaythay Camp.
Fauziah, perwakilan dari J_Zie Muaythai, menjelaskan bahwa latihan intensif merupakan kunci menjaga performa atlet. Khusus untuk J_Zie Muaythai, jadwal rutin dilaksanakan empat kali seminggu, yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
“Khusus hari Minggu, kami mengagendakan latihan bersama antar-klub. Tujuannya agar atlet tidak jenuh dan mendapatkan lawan tanding yang bervariasi untuk menguji mental serta teknik mereka di lapangan,” ujar Fauziah saat dijumpai di sela-sela latihan.
Kekhawatiran di Balik Prestasi
Meski semangat para atlet membara, Fauziah tidak menampik adanya ganjalan di sisi organisasi. Saat ini, kepengurusan Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai Kota Bukittinggi tengah menghadapi tantangan serius terkait pembekuan SK oleh pengurus tingkat Provinsi.
Rekam jejak prestasi kita sangat membanggakan. Pada Juli 2025 lalu di Walikota Cup dan Piala Ketua DPRD Bengkulu, kami mengirim 8 atlet dan semuanya berhasil membawa pulang medali. Ini adalah bukti nyata potensi besar yang kita miliki,” tambah Fauziah.
Ia juga mengingatkan bahwa atlet Bukittinggi telah merambah level nasional, seperti keikut sertaan dalam Pra PON XXI/2023 di Surabaya hingga meraih medali perunggu pada Kejurnas dan Seleknas 2022 di Banten.
Dukungan Ketua Umum
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Muaythai Kota Bukittinggi, M.Angga Alfarici, S.Pd., menyambut positif inisiatif latihan gabungan ini. Menurutnya, konsistensi di atas matras adalah jawaban terbaik atas segala tantangan yang ada.

“Latihan bersama ini bukan sekadar adu teknik, tapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun soliditas antar-atlet se-Kota Bukittinggi. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan tetap berjalan meski di tengah dinamika organisasi,” tegas M. Angga.
Ia berharap pihak-pihak terkait dapat segera memberikan solusi atas status kepengurusan agar proses regenerasi dan pengiriman atlet ke ajang yang lebih tinggi tidak terhambat.

“Atlet adalah aset kota. Tugas kita adalah memastikan mereka tetap dalam kondisi siap tempur (peak performance) kapan pun kompetisi memanggil. Kami berharap dukungan penuh dari semua elemen agar prestasi Muaythai Bukittinggi tidak meredup hanya karena persoalan administratif,” tutupnya optimistis.


dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar