Skip to content
Breaking News

Aksi Perampokan  Dengan Kekerasan Dan Menggunakan Senpi Di EB Mart Koto Tangah Agam, Warga Amankan Satu Terduga Pelaku

Berita Terkini News 2 minutes read 92 views

AGAM, 20 Oktober 2026 — Warga Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam dikejutkan aksi dugaan pencurian dengan kekerasan di minimarket EB Mart Simpang Aua, Senin malam (19/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa terjadi saat petugas hendak menutup toko dan menimbulkan keresahan warga terkait keamanan lingkungan pada malam hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika empat pria tak dikenal datang menggunakan dua kendaraan berbeda, yakni sepeda motor dan mobil Mitsubishi Xpander putih. Situasi yang semula normal mendadak mencekam ketika salah seorang pelaku yang datang dengan sepeda motor mendekati petugas toko sambil mengacungkan senjata api yang menyerupai pistol dan diduga melepaskan tiga kali tembakan.

Pada saat bersamaan, pelaku lain berusaha merebut uang yang sedang dipegang petugas. Korban sempat melakukan perlawanan dengan mendorong pelaku, lalu berlari ke arah rumah warga di dekat Bank BRI untuk meminta pertolongan. Namun pelaku terus mengejar hingga berhasil menyusul korban di pinggir jalan dan memukul bagian kepala dari belakang hingga korban terjatuh.

Keributan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi. Di tengah situasi tegang, seorang pria berinisial U berhasil diamankan warga. Sementara tiga orang lainnya diduga melarikan diri. Di lokasi tertinggal satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang diduga milik pelaku, sedangkan mobil Xpander putih yang diduga sebagai kendaraan pelarian telah meninggalkan lokasi.

Ketegangan sempat meningkat ketika seorang warga yang hendak menolong mengaku mendapat ancaman dari pelaku bersenjata api. Senjata diarahkan kepadanya sehingga ia sempat kembali ke rumah untuk mencari senjata tajam namun tidak ditemukan. Saat kembali ke lokasi, warga tersebut mendapati satu terduga pelaku sudah diamankan masyarakat, sementara pria bersenjata api telah melarikan diri bersama rekannya.

Menyikapi kejadian itu, tokoh masyarakat Nagari Koto Tangah menyampaikan keprihatinan dan menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. “Tanggung jawab menjaga keamanan bukan hanya di pundak aparat. Beban yang dipikul kepolisian saat ini sangat banyak dan berat. Tanpa partisipasi aktif dan kesadaran warga dalam menjaga kamtibmas, segala upaya aparat akan terasa sia-sia. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Masyarakat berharap kasus di EB Mart Simpang Aua dapat segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum sesuai ketentuan berlaku. Warga diimbau tetap tenang, tidak main hakim sendiri, dan menyerahkan proses pemeriksaan kepada pihak berwenang. Penguatan ronda malam, peningkatan komunikasi dengan aparat, serta kewaspadaan di tempat usaha dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di Nagari Koto Tangah.

Share
Avatar of Jonni
Written by