Skip to content
Breaking News

Operasi Patuh Singgalang 2026 Di Bukittinggi Resmi DiLaksanakan,Libatkan 140 Personel Gabungan

News 3 minutes read 75 views

BUKITTINGGI, Senin 26 Oktober 2026 – Polresta Bukittinggi resmi menggelar Operasi Patuh Singgalang 2026 selama 14 hari. Operasi ini menerjunkan sebanyak 140 personel gabungan dengan tujuan meningkatkan disiplin pengguna jalan, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukum Polresta Bukittinggi.

Ratusan personel gabungan tersebut terdiri dari unsur Polri, Kodim 0304/Agam, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Polisi Militer. Sinergi lintas instansi ini dikedepankan untuk memperkuat pengawasan di jalan raya, dengan penekanan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan bersama, bukan sekadar untuk menghindari sanksi hukum.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Singgalang 2026 menerapkan dua pola penindakan yakni patroli bergerak atau hunting system dan penempatan personel secara stasioner di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kemacetan. Kedua metode ini digunakan untuk memantau perilaku pengendara secara real time, mengantisipasi potensi gangguan kamseltibcarlantas, serta memberikan tindakan tegas namun humanis sesuai ketentuan yang berlaku.

Terdapat sembilan jenis pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran utama penindakan pada Operasi Patuh Singgalang 2026 ini, yaitu: 1) Pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, 2) Pengendara di bawah umur, 3) Sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, 4) Tidak menggunakan helm SNI bagi pengendara motor dan tidak memakai sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, 5) Melawan arus lalu lintas, 6) Berkendara di bawah pengaruh alkohol, narkoba, dan obat terlarang, 7) Melanggar lampu lalu lintas, marka jalan dan melebihi batas kecepatan, 8) Menggunakan knalpot brong/tidak sesuai spesifikasi teknis dan penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai ketentuan, serta 9) Tidak dapat menunjukkan kelengkapan administrasi SIM dan STNK serta kendaraan yang tidak memenuhi syarat teknis dan laik jalan.

Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol. Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Operasi Patuh Singgalang bukan hanya berorientasi pada penindakan tilang semata, melainkan upaya strategis membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggar yang ditindak, tetapi dari meningkatnya kesadaran kolektif untuk mewujudkan lalu lintas Bukittinggi yang aman, nyaman dan lancar.

Secara khusus, Kapolresta memberikan penekanan kepada seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan edukatif. Kepada anggota diimbau untuk mengedepankan senyum, sapa, dan sosialisasi sebelum melakukan penindakan, serta menghindari tindakan arogan di lapangan. Sementara kepada para pengendara, Kapolresta mengimbau untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas, melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi rem, lampu, ban dan komponen vital lainnya laik jalan, serta tidak berkendara dalam kondisi mengantuk atau di bawah pengaruh zat yang mengganggu konsentrasi.

Senada dengan itu, Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP M. Irsyad Fathur R., S.Tr.K., S.I.K., menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas bukan karena adanya petugas, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lain. Ia mengimbau pengendara agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak prima, senantiasa mematuhi rambu dan marka jalan, serta menghormati hak pejalan kaki.

Kasat Lantas juga secara tegas mengajak para orang tua untuk tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur dan belum memenuhi persyaratan berkendara, demi mencegah terjadinya kecelakaan fatal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Penindakan terhadap pelanggaran, lanjutnya, bertujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih tertib dan bertanggung jawab.

Melalui operasi ini, jajaran Satlantas Polresta Bukittinggi terus mengoptimalkan edukasi melalui penyuluhan kepada komunitas kendaraan, pelajar, dan masyarakat luas. Kesadaran tertib lalu lintas harus tumbuh dari diri sendiri tanpa menunggu adanya razia, termasuk tidak melakukan manuver berbahaya. Dengan semangat “Patuhi Aturan, Utamakan Keselamatan”, Polresta Bukittinggi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi terwujudnya Bukittinggi yang aman dan berkeselamatan.

Share
Avatar of Jonni
Written by