
BUKITTINGGI,26 Desember 2025 –Dirgantaraku.com,-Asril, SE, anggota Dewan Provinsi Sumatera Barat dari Partai NasDem, menyalurkan sebanyak 30 kg bibit belut kepada Kelompok POKDAKAN Berkah Alam Mandiri. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kelurahan Campago Ipuh, dengan menggunakan dana aspirasi yang diajukan sewaktu menjabat di DPRD Bukittinggi dan terealisasi di tahun 2025 ini, Kelompok tersebut dipimpin oleh Mardiantok yang menerima bantuan bibit tersebut dengan antusias dan rasa terimakasih yang mendalam.

Sebagai penggagas pilot project ini, Asril, SE, menyampaikan visi besar untuk kota Bukittinggi. “Kita akan berupaya menjadikan Bukittinggi sebagai Sentral Pembibitan Budi Daya Belut sekaligus pusat kuliner belut,” ujarnya tegas. “Tujuan kita, tiap rumah bisa memiliki usaha peternak belut sehingga ini bukan hanya point bagi dinas, tapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat. Saat ini, bibit belut masih harus kita impor dari Palembang kedepannya, kita ingin daerah kita yang memproduksinya sendiri untuk kebutuhan lokal bahkan luar daerah dan jika peternakan belut ini berhasil di Bukittinggi Kita akan menambahkan anggaran untuk kedepan ucapnya.”
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Chandra Nova memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif ini. “Usaha ini sungguh luar biasa karena tidak membutuhkan biaya yang terlalu banyak dan bisa dijalankan meskipun di lingkungan yang kecil,” katanya. Menurutnya, proyek pilot semacam ini layak dijadikan contoh bagi daerah lain karena kemudahan pelaksanaannya dan dampak ekonomi yang potensial.

Neni Anita, SH, anggota Komisi III DPRD Bukittinggi yang juga terpilih dari Kecamatan MKS, memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Asril, SE. “Pilot project budidaya belut ini bisa menjadi percontohan hebat bagi kecamatan lainnya di Bukittinggi,” ujarnya. Dia juga menyampaikan untuk kedepannya rencana “Saya akan merealisasikan dana aspirasi saya untuk memperluas pembudidayaan belut ini pada tahun 2027, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.”

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi, Hendrik, menekankan manfaat praktis dari budidaya belut yang digagas Asril. “Proses pelaksanaannya sangat mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” jelasnya. “Peternak tidak perlu lahan atau pekarangan yang luas – cukup menggunakan drum atau terpal. Bahkan, panen bisa dilakukan hanya dalam waktu 3 hingga 4 bulan, sehingga keuntungan bisa didapatkan dengan cepat.”
Dengan peluncuran pilot project ini, harapannya Bukittinggi bisa segera mengembangkan industri budidaya belut yang mandiri. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, tapi juga menjadikan kota ini sebagai pusat referensi pembibitan belut di Sumatera Barat bahkan Indonesia.


dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar