ASRIL.SE SALURKAN 57 ALSINTAN DARI DANA ASPIRASI APBD SUMBAR 2025, KEPADA 36 KELOMPOK TANI BUKITTINGGI DAN AGAM

4 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 10 Des 2025

Bukittinggi, 10 Desember 2025 – Anggota Dewan Provinsi Sumatera Barat dari Partai Nasdem, Asril, SE, kembali menyalurkan dana aspirasi APBD Provinsi Sumatera Barat kepada kelompok tani di Bukittinggi dan Agam. Penyerahan secara simbolis alat mesin pertanian (alsintan) tersebut dilaksanakan di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Bukittinggi.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 36 kelompok tani yang ada di Bukittinggi dan Agam menerima bantuan sebanyak 57 unit alsintan. Hadir juga dalam acara itu Kadis Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi, Drs. Hendri M.E.; Anggota Fraksi Partai Nasdem sekaligus Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra; Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bukittinggi, Neni Anita, SH; serta M. Taufiq S.Ag.

Dalam sambutannya, Asril menyampaikan: “Kita akan lakukan serah terima alsintan dari APBD Provinsi Sumatera Barat. Era sekarang adalah four point zero, sehingga untuk bersaing di tingkat global, kita harus memanfaatkan teknologi sepenuhnya. Paradigma telah berubah; dulu kita menggunakan sistem padat karya, tapi sekarang beralih ke teknologi. Jangan merasa bahwa pemanfaatan teknologi adalah hal yang terlalu maju, karena di negara lain sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Oleh karena itu, saya minta kepada semua hadirin, ayo biasakan dan tingkatkan teknologi dalam pertanian kita, baik dari sisi legislatif maupun eksekutif.”

Ia juga menanggapi pandangan bahwa teknologi akan menyebabkan pengangguran: “Itu pendapat yang sangat keliru. Lakukan satu hal dengan banyak cara dan manfaatkan waktu sepenuhnya. Jika tidak memanfaatkan waktu, hidup akan sia-sia. Dengan teknologi, kita menghemat waktu dan bisa menggunakannya untuk kegiatan lain.”

Selain itu, Asril menyarankan: “Gunakan mesin ini tidak hanya untuk kelompok penerima, tapi pinjamkan juga kepada masyarakat di sekitar, meskipun bukan anggota kelompok. Jangan takut rusak, karena nanti kita akan ganti lagi. Sarankan juga agar di bawah bimbingan dinas,gunakan iuran dari kelompok untuk perawatan mesin agar mesin bisa terpakai dengan lama sehingga bisa bermanfaat untuk kelompok dan masyrakat yang membutuhkan. Alat yang diberikan memiliki kapasitas cukup besar, jadi nanti kita akan memberikan alat lain kepada kelompok yang belum menerima, sehingga ketika yang sudah menerima meminjamkan, yang lain juga bisa mendapatkan bantuan yang berbeda. Dan juga saya berharap semoga dengan adanya alat bantu untuk pertanian ini, hasil produksi juga akan meningkat sehingga masyarakat khususnya para petani bisa merasakan perubahan ekonomi dan menjadi lebih baik serta makmur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi, Hendri, menyampaikan ucapan terima kasih: “Kami berterima kasih kepada Bapak Asril yang mengagas kegiatan ini. Semoga bantuan seperti ini terus datang ke Bukittinggi dan Agam, karena sangat dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan petani dalam pengolahan lahan.”

Ia menambahkan: “Mungkin tidak semua kelompok tani di Bukittinggi mendapatkan alat secara lengkap, tapi harapannya kedepannya bisa dilengkapi sesuai kebutuhan dan luas lahan. Bagi yang belum mendapatkan, harap kelompok yang menerima sekarang bisa bekerja sama atau meminjamkan alatnya. Misalnya, untuk mesin pencacah, kelompok lain bisa belajar terlebih dahulu, sehingga nanti jika siap, kita bisa ajukan lagi ke Bapak Asril dan mudah-mudahan terwujud.”

Salah satu kelompok penerima yang mendapatkan bantuan berupa dua unit mesin pemotong rumput dan satu unit alat pencacah pupuk organik adalah Kelompok Tani Gigiah Berkah kelompok tani ini berada di Surau Tabiang Jorong Arokandikir Nagari Gadut, Ketua kelompok tersebut, Sarib Agus, menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus: “Kami sangat senang dan berterima kasih banyak kepada Bapak Asril dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan bantuan alsintan ini kepada kelompok kami. Sebelumnya, kami harus bekerja secara manual untuk memotong rumput dan mencacah pupuk, yang memakan waktu dan tenaga banyak. Dengan adanya mesin ini, pekerjaan akan jauh lebih cepat dan ringan. Kami janji akan menggunakan alat ini dengan baik, merawatnya dengan sungguh-sungguh, dan juga akan meminjamkannya kepada kelompok tani lain di sekitar agar semua bisa merasakan manfaatnya. Semoga hasil panen kami juga akan meningkat sehingga penghasilan kelompok bisa lebih baik,” ujar Sarib Agus dengan semangat.

  • Wartawan:
    Jonni

    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *