
Agam,–Dirgantaraku.com-UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya, di bawah Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, menggelar sosialisasi penting pada hari Rabu, 12 November 2025, di Aula Kantor Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Acara ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan kelompok penerima bantuan bibit unggul tanaman kehutanan dan MPTS tahun 2025 dalam pengelolaan perhutanan sosial, sekaligus mendukung kelestarian hutan.

Acara ini dihadiri oleh Bapak Asril, SE, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai NasDem yang sekaligus merupakan narasumber pada acara tersebut sekaligus, memberikan kontribusi pemikiran serta dukungan legislatif terhadap kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di Sumatera Barat. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program kehutanan yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut Asril.SE juga memberikan bantuan penyaluran bibit tanaman produktif dan perlengkapan ekowisata yang di antaranya untuk:
1.LPHN Padang Tarok sebanyak 1.750 durian musang king
2.HKM Luhuang Sepakat sebanyak 1000 bibit musang king
3.HKM Elok Basamo sebanyak 3000 bibit manggis
4.LPHN KOTO Rantang sebanyak 1.530 alpukat dan 1.100 manggis
5.HKM Padang Kubuak sebanyak 3000 dan juga bantuan sarpras ekowisata lima unit ATV untuk LPHN untuk Koto Kaciak beserta bantuan 12 unit tenda glamping untuk LPHN Padang Tarok.Asril juga berharap semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat banyak
Kepala KPHL Agam raya Dewi Saftnita, S.Hut, turut hadir sebagai dan juga memberikan wawasan mendalam mengenai peran strategis rehabilitasi hutan dan lahan dalam mendukung ekowisata. Diskusi berfokus pada bagaimana pengelolaan hutan yang lestari dapat menjadi daya tarik wisata yang unik, meningkatkan perekonomian lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Sosialisasi ini juga membahas potensi integrasi program perhutanan sosial dengan pengembangan ekowisata. Peserta diajak untuk melihat hutan bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai aset wisata yang bernilai tinggi. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih termotivasi untuk menjaga kelestarian hutan, karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung melalui peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata.
UPTD KPHL Agam Raya berharap, melalui sosialisasi ini, akan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan pengembangan ekowisata yang berdaya saing.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar