
Bukittinggi, 25 November 2025 – Di tengah upaya berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja mandiri, sebuah inisiatif inovatif muncul di Bukittinggi. Asril, SE anggota Dewan Provinsi dari Partai NasDem, menggagas konsep ekowisata yang tidak hanya memanfaatkan potensi alam yang melimpah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem hutan yang berharga.
Ide cemerlang ini lahir dari kepedulian mendalam Asril terhadap terhadap kondisi ekonomi masyarakat.Dengan pemikiran yang brilian, beliau melihat peluang besar dalam pengembangan ekowisata sebagai solusi yang berkelanjutan. Konsep ini menggabungkan keindahan alam dengan pemberdayaan masyarakat, menciptakan harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Sejak digulirkan, inisiatif ekowisata ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.Banyak masyarakat yang mulai merasakan manfaatnya melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya peluang usaha baru. Ekowisata tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya lokal kepada wisatawan.
Dukungan penuh dari Asril. SE tidak hanya berhenti pada ide dan gagasan. Melalui dana aspirasi (pokir), beliau memberikan bantuan konkret berupa bibit tanaman unggul, sarpras,tenda glamping dan alat-alat pertanian modern. Bantuan ini menjadi penunjang penting bagi pengembangan ekowisata, memungkinkan masyarakat untuk mengelola sumber daya alam secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam wawancara di kediamannya, Asril menyampaikan, “Manfaat dari pelestarian hutan itu sangat penting, di antaranya tersedianya oksigen sebagai jantung dunia dan pelestarian lingkungan yang berfungsi agar resapan air menjadi sempurna sehingga tidak terjadi musibah seperti banjir, longsor, erosi, dan lain sebagainya. Dari proses pelestarian lingkungan, kita adakan kreativitas-kreativitas, salah satunya dari yang kita tanamkan.”
Asril menambahkan, “Kita tanam tanaman produksi yang berdampak kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kita bangun kawasan-kawasan seperti kawasan manggis, durian, pokat, dan lengkeng. Dengan terbentuknya kawasan secara otomatis, kawasan tersebut bisa kita jadikan destinasi pariwisata dan kawasan industri.”
“Dengan produksi buah, akan melahirkan komoditi sehingga membuka ruang ekonomi dan kita bisa menjadikan komoditi menjadi produk dengan cara memberikan nilai tambahan pada komoditi yang kesemuanya meningkatkan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga ekosistem,” jelasnya.
Inisiatif ekowisata yang digagas oleh Asril ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring. Dengan sentuhan inovasi dan dukungan yang berkelanjutan, Kabupaten serta daerah semakin memantapkan diri sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar