Neni Anita.SH Mendapatkan Amanah Sebagai Ketua FGI Bukittinggi

2 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 26 Des 2025

BUKITTINGGI – Dirgantaraku.com – Neni Anita, SH, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bukittinggi dari Komisi III dan Partai NasDem (daerah pemilihan MKS), telah diamanahi untuk memimpin Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) cabang Bukittinggi.

Periode ini menyaksikan perubahan besar di dunia persenaman Indonesia, yang melakukan “salto identitas”: Persatuan Senam Indonesia (Persani) yang telah berdiri sejak 14 Juli 1963, resmi bertransformasi menjadi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) mulai Maret 2025. Kabar perubahan nama tersebut disampaikan langsung oleh Neni Anita, yang kini menakhodai cabang olahraga kelenturan ini di kota kelahiran Proklamator RI, Bung Hatta.

Dalam bincang santai bersama media di kawasan Campago Ipuh (MKS), Jumat (26/12/2025), Neni menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar ganti papan nama semata, melainkan lompatan visi menuju panggung dunia. “FGI menaungi delapan disiplin gimnastik, mulai dari artistik, ritmik, hingga trampolin. Tujuannya jelas: memperkuat prestasi dan membawa atlet Indonesia tampil percaya diri di level internasional. FGI juga telah berafiliasi dengan Federasi Gimnastik Dunia (FIG) dan Asosiasi Gimnastik Asia (AGU),” ujarnya dengan lugas namun penuh semangat.

Transformasi Persani menjadi FGI diputuskan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa 2025, sebagai upaya mempertegas identitas olahraga prestasi sekaligus memperluas jangkauan pembinaan. Di bawah naungan FGI, delapan disiplin kini dirangkul secara terpadu: Gimnastik Artistik Putra, Artistik Putri, Aerobik, Ritmik, Trampolin, Akrobatik, Gymnastics for All, dan Parkour—disiplin urban yang tengah populer.

Tak hanya berhenti pada perubahan nama, FGI juga menajamkan fokus pada tiga hal utama: pembinaan atlet muda, popularisasi senam di masyarakat, serta target ambisius untuk menembus dan bersinar di ajang internasional. Bahkan, organisasi ini juga menatap peluang besar untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 target yang menuntut kesiapan penuh dari sisi organisasi, atlet, dan infrastruktur.

Untuk menjaring bibit unggul, FGI aktif menggelar berbagai kejuaraan, salah satunya adalah Indonesia Open yang berperan sebagai radar bakat dari berbagai daerah. “Standar pembinaan dan seleksi harus tetap tinggi. Kita tidak ingin atlet hanya hadir di kompetisi internasional, tapi benar-benar mampu bersaing,” tegas Neni.

Di Bukittinggi kota dengan sejarah yang besar dan udara yang menantang paru-paru—FGI cabang kota ini kini mulai merajut masa depan: melenturkan tubuh, menegakkan disiplin, dan menyiapkan generasi atlet yang siap mendarat mulus di panggung dunia. Sebuah salto perubahan yang diharapkan akan tepat sasaran.

  • Wartawan:
    Jonni

    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *