Skip to content
Breaking News

Puluhan Warga Binaan Lapas Bukittinggi Ikuti Pendidikan Paket A, B, dan C

Berita Terkini Edukasi & Ilmu Pengetahuan News 2 minutes read 80 views

BUKITTINGGI – Dirgantaraku.com,-Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi, Sumatera Barat, mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C sebagai bagian dari pembinaan selama menjalani masa pidana.

Kalapas Kelas IIA, Nanang Rukmana didampingi KPLP Abdul Silaban mengatakan program ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melanjutkan pendidikan yang belum diselesaikan sekaligus memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Andri Noferman, menyebutkan, program pendidikan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Bukittinggi.

“Berdasarkan data Lapas Kelas IIA Bukittinggi, sebanyak 30 warga binaan mengikuti pendidikan Paket A yang setara dengan sekolah dasar (SD). Kemudian, 18 warga binaan mengikuti Paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan 10 warga binaan lainnya mengikuti Paket C setara sekolah menengah atas (SMA),” ujar Andri.

Menurutnya, dengan demikian, total terdapat 58 warga binaan yang mengikuti program pendidikan kesetaraan tersebut.

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Kamis, mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Melalui program ini, warga binaan tidak hanya memperoleh kesempatan untuk memenuhi hak pendidikan, tetapi juga dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis,” katanya.

Selain itu, dikatakannya bahwa pendidikan kesetaraan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mengisi waktu selama menjalani masa pembinaan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

“Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi warga binaan, termasuk setelah mereka menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Pihak Lapas mencatat, saat ini terdapat dua orang warga binaan yang telah bebas dan masih melanjutkan pendidikan di luar lapas hingga memperoleh ijazah.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan dapat terus dilanjutkan meskipun seseorang telah menyelesaikan masa pidana.

Pihak Lapas Kelas IIA Bukittinggi berharap program pendidikan kesetaraan dapat membantu warga binaan menyelesaikan pendidikan sekaligus meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan setelah bebas.

Dengan bekal pendidikan dan pengetahuan yang memadai, warga binaan diharapkan mampu menata kehidupan yang lebih baik serta kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Share
Avatar of Jonni
Written by