
BUKITTINGGI,Minggu 25-10_2026,-Dirgantaraku.com — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi terus memperkuat program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian dan peternakan yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan . Program ini tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan lapas,Tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti.
Dalam bidang pertanian, WBP terlibat langsung menanam berbagai tanaman pangan seperti ubi dan sayur-sayuran. Mereka belajar mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya menguasai teknik dasar pertanian, tetapi juga dilatih menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, dan semangat kerja sama yang dapat menjadi modal usaha mandiri di tengah masyarakat.
Selain pertanian, Lapas Kelas IIA Bukittinggi juga mengembangkan peternakan ayam petelur yang kini sudah mulai berproduksi. Hasil telur tersebut telah dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga binaan. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi WBP tentang pengelolaan peternakan, mulai dari perawatan ayam, pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga menjaga produktivitas ternak.
Sebelumnya, kebutuhan telur di lapas sepenuhnya dipenuhi dari pembelian luar. Kini, dengan berproduksinya peternakan sendiri, sebagian kebutuhan sudah dapat dipenuhi secara mandiri meskipun jumlahnya masih terbatas. Untuk meningkatkan kapasitas, pihak lapas tengah mengupayakan penambahan bibit ayam petelur agar produksi lebih optimal dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, menilai program ketahanan pangan memiliki nilai strategis karena menggabungkan pemenuhan kebutuhan pangan dengan pembinaan keterampilan. Menurutnya, WBP diberi ruang untuk mengembangkan potensi diri dan memperoleh pengalaman nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah menjalani masa pidana.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa lapas bukan semata tempat menjalani hukuman, melainkan lingkungan pembinaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan. Pengalaman mengelola tanaman pangan dan memelihara ayam petelur dapat menjadi dasar bagi WBP untuk merintis usaha kecil maupun bekerja di sektor pertanian dan peternakan bersama keluarga.

Lebih jauh, pembekalan keterampilan ini diharapkan mempermudah proses reintegrasi sosial. Dengan pengetahuan dan pengalaman kerja yang dimiliki, warga binaan memiliki pilihan lebih luas untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha secara mandiri, sehingga tidak kehilangan arah saat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Bukittinggi berkomitmen terus mengembangkan program ini melalui peningkatan sarana, penambahan bibit ternak, dan pengelolaan pertanian yang lebih optimal. Melalui pembinaan yang produktif dan berorientasi masa depan, warga binaan diharapkan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga membawa pulang ilmu dan kemandirian untuk hidup lebih produktif serta diterima kembali oleh masyarakat.

