
Bukittinggi —Dirgantaraku.com,-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan dengan menggelar operasi razia dan penggeledahan gabungan pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan pengawasan menyeluruh ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Kunrat Kasmiri, dan melibatkan unsur aparat Tentara Nasional Indonesia serta Kepolisian Negara Republik Indonesia guna memastikan pelaksanaan berjalan efektif dan terkendali.
Razia dilaksanakan secara merata mencakup seluruh kamar hunian warga binaan serta titik-titik strategis lain di dalam kompleks lapas. Langkah ini ditujukan untuk mendeteksi sejak dini sekaligus mencegah peredaran atau penyimpanan barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban. Sepanjang pelaksanaan, tim penindak memegang teguh prinsip keteraturan dan keamanan, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan berkeadilan sesuai kaidah pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, mendampingi langsung jalannya kegiatan didampingi jajaran pejabat struktural dan petugas pengamanan. Dalam kesempatan itu, Nanang menegaskan bahwa penegakan aturan bukan semata-mata bentuk pengawasan ketat, melainkan upaya mewujudkan tatanan kehidupan yang aman dan nyaman bagi seluruh elemen di dalam lapas. “Penegakan aturan harus berjalan seiring dengan pelayanan yang humanis. Disiplin dibutuhkan agar situasi tetap kondusif, namun hak dan martabat warga binaan tetap harus kami jaga sebagai bagian dari proses pembinaan,” ujar Nanang.
Turut hadir menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut para awak media yang tergabung dalam Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI). Kehadiran rekan-rekan jurnalis ini menjadi bagian dari upaya keterbukaan informasi publik, sekaligus bentuk akuntabilitas lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di hadapan masyarakat luas.
Usai pelaksanaan razia, Kunrat Kasmiri memberikan pengarahan mendalam kepada seluruh pegawai Lapas Bukittinggi. Ia menekankan bahwa penegakan aturan dan disiplin merupakan tulang punggung keberhasilan sistem pemasyarakatan. Menurutnya, aturan yang ditegakkan secara konsisten akan melahirkan rasa aman, sementara pendekatan yang manusiawi akan memuluskan proses pembinaan dan pengembalian warga binaan ke tengah masyarakat. “Keseimbangan antara penegakan hukum dan sikap humanis inilah kunci utama menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan mendukung pemulihan perilaku warga binaan,” tegas Kunrat.

Kunrat juga menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergitas yang terjalin erat antara petugas lapas dengan unsur TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas keamanan, mengingat tantangan pengamanan lembaga pemasyarakatan yang kian beragam dan dinamis. Kerja sama yang solid menjadi jaminan agar setiap upaya pengawasan dan pembinaan dapat berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

Melalui kegiatan ini, manajemen Lapas Kelas IIA Bukittinggi berharap dapat semakin memperkuat fondasi kelembagaan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar aman, tertib, dan bebas dari segala bentuk gangguan. Kepatuhan pada aturan dan semangat kemanusiaan diharapkan terus berjalan beriringan, mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga ruang pemulihan yang bermartabat.


dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar