Sebanyak 255 Jemaah Haji Asal Bukittinggi Resmi Dilepas Menuju Tanah Suci

2 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 23 Apr 2026

BUKITTINGGI –Dirgantaraku.com,-Sebanyak 255 jemaah haji asal Kota Bukittinggi yang tergabung dalam Kloter VII gelombang pertama musim haji 1447 H / 2026 M resmi dilepas keberangkatannya, Kamis (23/04/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jalan Perwira, Belakang Balok. Acara dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias, SH, didampingi Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi Misra Elfi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Eri Iswandi, MA, serta unsur Forkopimda.

Dari total jemaah yang diberangkatkan, tercatat beberapa catatan unik. Andrea Puti Lenggogeni (20 tahun), mahasiswi Universitas Andalas, tercatat sebagai jemaah perempuan termuda. Sementara itu, jemaah laki-laki termuda adalah Muhammad Kareem (23 tahun).

Untuk kategori jemaah lansia, Rohani (84 tahun) asal Tembok menjadi jemaah perempuan tertua. Adapun jemaah laki-laki tertua adalah Wahilwan (80 tahun 9 bulan) asal Jambak Sianok, yang merupakan mantan Kepala Sekolah SDN 01 Sungai Jariang.

Secara keseluruhan, Kloter VII berjumlah 393 jemaah yang juga terdiri dari gabungan jemaah dari Kota Pariaman.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bukittinggi H. M. Ramlan Nurmatias, SH menyampaikan harapan agar kuota haji untuk Kota Bukittinggi dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Saya berharap kuota haji Bukittinggi bisa bertambah, sehingga ke depan 300 jemaah dapat diberangkatkan. Yang paling penting dalam berhaji adalah niat yang tulus,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya selama menjabat untuk terus menggratiskan biaya pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi, Misra Elfi, menuturkan bahwa terbentuknya kementerian tersebut menjadi berkah sekaligus tantangan dalam meningkatkan pelayanan kepada jemaah.

Salah satu jemaah tertua, Rohani (84 tahun), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang urut, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berangkat ke Tanah Suci Makkah Al Mukkaramah setelah menunggu cukup lama. Ia berangkat didampingi putrinya yang bertindak sebagai mahram.

Acara ditutup dengan doa bersama serta sesi foto kenang-kenangan. Semua pihak berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *