Asril.SE Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan, Dorong Koperasi Jadi Profesional dan Kompetitif

3 menit membaca
Jonni

PADANG – Kantor PLTD Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Provinsi Sumatera Barat, Jalan R.S. Parman Nomor 211, Ulak Karang, menjadi saksi digelarnya kegiatan pelatihan penguatan kelembagaan bagi koperasi. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12 hingga 15 April 2026 ini, terselenggara berkat dukungan dana aspirasi Asril, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai NasDem.

Kegiatan ini diprioritaskan bagi koperasi yang sudah berdiri maupun yang masih dalam proses pengurusan legalitasnya. Sebanyak 8 koperasi hadir dalam kesempatan tersebut, yang sebagian besar berasal dari wilayah Bukittinggi dan Agam. Di antara peserta yang mengikuti pelatihan antara lain Koperasi IKB, Koperasi Pengolahan Sampah, Koperasi Kuliner Maninjau, Koperasi Petani Kopi, Koperasi Petani Madu, Koperasi Rumah Makan Ampera, serta Koperasi Souvenir dan lain sebagainya,Selain itu, turut dilibatkan pula rencana pembentukan Koperasi Petani Tbu dan Ikan Air Tawar, dengan total peserta mencapai 55 orang.

Dalam sambutannya, Asril menegaskan bahwa fenomena koperasi yang mudah tumbuh namun juga mudah hilang disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu kelembagaan yang belum kuat dan aturan main yang tidak disiapkan secara sempurna. Oleh karena itu, pelatihan ini digelar dalam kerangka memperkokoh pondasi koperasi agar dapat berjalan secara profesional, melindungi anggota, dan menyatukan kekuatan ekonomi masyarakat.

Asril menjelaskan, penguatan ini didukung penuh oleh pemerintah, baik tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi, dalam bentuk pendampingan, bantuan sarana prasarana, permodalan, hingga pemasaran. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pentingnya adanya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADRT) serta Peraturan Khusus (PERSUS) yang disepakati bersama anggota. Di dalam PERSUS tersebut harus memuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, termasuk mekanisme pengawasan agar pengurus dapat bekerja sesuai koridor yang ditetapkan.

Politisi NasDem ini juga mendorong adanya komunikasi intensif antara koperasi dengan Badan Inspeksi dan Consultative (BIC) serta dinas terkait. Hal ini bertujuan agar setiap permasalahan atau hambatan yang muncul dapat segera dicarikan solusinya. Tujuannya jelas, agar koperasi mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan profesional lainnya. Oleh sebab itu, koperasi yang dibina difokuskan pada sektor spesifik sebagai koperasi produsen, bukan koperasi serba usaha, agar mampu berinovasi dengan teknologi dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menekan biaya produksi.

Penting untuk diketahui, pembinaan dan pelatihan ini sifatnya berkelanjutan. Ke depannya, Asril berharap koperasi tidak lagi hanya bergantung pada fasilitasi pemerintah, melainkan mampu menyisihkan bagian dari hasil usaha untuk kegiatan pengembangan kapasitas sendiri. Dengan manajemen yang baik, koperasi diyakini memiliki kedudukan yang setara dengan perusahaan besar atau go public.

Menutup pemaparannya, Asril mengingatkan kembali pada visi Bung Hatta yang menyebut koperasi sebagai soko guru atau pilar utama perekonomian Indonesia. Jika fondasi koperasi kuat, maka ekonomi nasional pun akan tumbuh sehat. Pemerintah meyakini bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi terbaik karena berbasis pada kekuatan bersama, berbeda dengan perusahaan go public yang lebih berorientasi pada penyertaan modal.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *