Drifting di Bukittinggi: Potensi Besar yang Perlu Dikembangkan Secara Serius

3 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 06 Mei 2026

Bukittinggi, Dirgantaraku.com – Kegiatan meluncur kendaraan atau yang lebih dikenal dengan sebutan olahraga drifting sebenarnya sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat Bukittinggi. Namun, hingga saat ini pengembangannya belum dilakukan secara terarah dan terencana dengan baik, baik di wilayah kota ini maupun di seluruh daerah Sumatera Barat secara umum. Hal ini disampaikan oleh Ivans Haykel, seorang penggiat dunia otomotif setempat saat diwawancarai pada Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut penjelasannya, drifting merupakan salah satu jenis teknik mengemudi yang tergolong menantang dan membutuhkan kemampuan khusus. Dalam teknik ini, pengemudi sengaja mengatur kendaraannya agar bagian roda belakang kehilangan daya cengkeram pada jalan raya saat sedang berbelok, namun posisi dan laju kendaraan tetap dapat dikendalikan sepenuhnya oleh pengemudi sepanjang pergerakan berlangsung.

Lebih lanjut ia menguraikan bahwa drifting bukan sekadar keahlian mengemudi biasa, melainkan salah satu cabang olahraga otomotif tingkat profesional. Penilaian keberhasilan dalam olahraga ini dilihat dari beberapa aspek utama, mulai dari kecepatan kendaraan yang dijalankan, sudut kemiringan saat meluncur, hingga ketepatan dan kestabilan kendaraan yang dikendalikan selama perlombaan berlangsung. Umumnya, jenis kendaraan yang digunakan untuk kebutuhan ini adalah mobil jenis sedan dengan sistem penggerak pada bagian roda belakang.

Sejarah perkembangannya bermula sejak awal tahun 1980-an di Jepang, dan pertama kali diperkenalkan serta dipopulerkan oleh Keiichi Tsuchiya. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini semakin dikenal luas dan kini telah diakui secara resmi sebagai salah satu jenis olahraga balap yang dipertandingkan di tingkat internasional dan disaksikan oleh banyak penonton dari berbagai negara.

Menjalankan olahraga ini tidak hanya bergantung pada kemampuan pengemudi saja, namun juga membutuhkan dukungan sarana yang memadai. Kendaraan yang dipakai biasanya perlu diubah dan disesuaikan kondisinya agar memenuhi standar yang berlaku, baik dari segi kelayakan teknis maupun jaminan keselamatan bagi pengemudi dan orang lain yang berada di sekitar lokasi perlombaan.

Ivans juga menyebutkan bahwa pihaknya berinisiatif hadir dan memperkenalkan kembali olahraga ini di Bukittinggi sebagai wadah pembinaan prestasi sekaligus sarana hiburan yang positif. Langkah ini diambil karena melihat minat masyarakat di wilayah Sumatera yang cukup besar terhadap dunia otomotif, namun sayangnya hingga saat ini belum tersedia tempat maupun fasilitas yang memadai untuk menampung kegiatan tersebut secara resmi dan aman.

Selain untuk pengembangan bakat, kegiatan ini dinilai memiliki manfaat lain, yaitu mengurangi kebiasaan balap kendaraan yang sering dilakukan secara sembarangan di jalan raya umum. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat menyalurkan dan mendukung kegiatan ini dengan tepat. Rencana ke depannya, pihaknya akan mengadakan pembinaan bagi generasi muda serta mempersiapkan atlet untuk turut serta dalam berbagai ajang di tingkat nasional. “Kami sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah agar upaya ini dapat berjalan lancar, bermanfaat bagi banyak pihak, dan mampu mengangkat nama baik Bukittinggi di kancah persaingan olahraga di seluruh Indonesia,” pungkas Ivans untuk mengakhiri percakapannya.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *