
Bukittinggi, 13 Mei 2026 – Dirgantaraku.com – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.PK(K).FISR, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Bukittinggi pada Rabu pagi. Salah satu lokasi utama yang ditinjau adalah Rumah Sakit Otak (RSOMH) DR Mohammad Hatta Bukittinggi, guna menilai langsung kualitas pelayanan serta tantangan yang dihadapi rumah sakit rujukan daerah tersebut.
Rombongan Wamenkes tiba di lokasi tepat pukul 11.37 WIB, didampingi dua Anggota DPR RI yakni Prof. dr. Suir Syam, M.Kes dan Ade Rezki Pratama, SE.MM. Sebelumnya, tim juga telah meninjau RSAM, UPN, dan RSUD Bukittinggi. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh jajaran manajemen dan seluruh tenaga medis RSOMH.
Dalam pertemuan dan dialog yang berlangsung, Wamenkes menyampaikan keprihatinannya melihat tingginya jumlah pasien yang berobat, sementara kapasitas dan fasilitas rumah sakit dinilai belum sepenuhnya memadai. Menurutnya, nama besar tokoh nasional seperti DR Mohammad Hatta yang disandarkan pada rumah sakit harus sejalan dengan kualitas bangunan, kenyamanan, dan standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Saya cukup miris melihat nama besar tokoh di sini, namun fasilitas dan pelayanan belum sepenuhnya menunjang kebutuhan pasien. Menghormati nama beliau berarti kita juga harus menghadirkan layanan yang layak, nyaman, dan berkualitas,” tegas dr. Benjamin. Ia juga menegaskan, anggaran kesehatan yang dialokasikan pemerintah harus tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah keterbatasan jumlah tenaga medis, khususnya dokter spesialis, serta ketersediaan fasilitas penunjang pelayanan. Pihaknya berharap, rumah sakit menjadi tempat yang memberi rasa aman dan harapan bagi setiap pasien yang datang.
Sementara itu, Direktur RSOMH, Dr. Yusirwan, Sp.B,Sp.BA(K),MARS, menjelaskan bahwa saat ini rumah sakit tersebut telah menjadi pusat rujukan yang melayani pasien dari tiga provinsi berbeda, dengan sekitar 30 persen pasien berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Barat. Sebagai layanan unggulan, penanganan stroke kini sudah berjalan dengan sistem langsung, tanpa perlu rujukan berjenjang, demi mempercepat penanganan pasien.
“Kami memiliki lahan seluas 12.356 meter persegi yang disiapkan untuk pengembangan ke depan. Cita-cita besar kami adalah menjadikan RSOMH sebagai pusat pelayanan neuro restorasi, agar masyarakat mendapatkan layanan saraf yang lengkap dan modern,” ungkap Dr. Yusirwan.
Meski memiliki rencana pengembangan, pihak rumah sakit masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, kekurangan tenaga kesehatan, serta dukungan anggaran. Oleh karena itu, harapan besar kini tertuju pada dukungan pemerintah pusat agar pengembangan tersebut dapat berjalan lancar dan maksimal.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi dunia kesehatan di Sumatera Barat. Hal ini menguatkan tekad bahwa pelayanan kesehatan yang manusiawi, cepat, dan berkualitas adalah hak setiap warga negara, dan harus dapat dinikmati tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah-daerah.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar