
BUKITTINGGI — Peta politik Kota Bukittinggi kembali bergerak dinamis. Dr. (c) Riyan Permana Putra, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC Partai Perindo Bukittinggi, resmi memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini sekaligus diiringi dengan didirikannya wadah komunitas baru bernama “Dunsanak Jokowi”, yang lahir dari rasa apresiasi masyarakat terhadap sosok dan kebijakan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Dua langkah strategis ini menandai babak baru perjalanan politik Riyan di Kota Bukittinggi. Di satu sisi, PSI menjadi rumah politik baru baginya untuk berkontribusi secara kelembagaan. Di sisi lain, Dunsanak Jokowi hadir sebagai ruang tersendiri bagi masyarakat yang memiliki kedekatan, kecintaan, dan apresiasi terhadap gagasan serta figur Jokowi. Keduanya saling melengkapi, namun memiliki fokus yang berbeda dalam melayani masyarakat.
“Salah satu alasan Riyan memilih PSI adalah karena nilai-nilai yang diperjuangkan selaras dengan apa yang selama ini diusung oleh Pak Jokowi. Oleh karena itu, selain bergabung dengan PSI, Riyan juga menggagas berdirinya Dunsanak Jokowi. Kami ingin ada ruang silaturahmi dan kebersamaan yang hangat bagi dunsanak-dunsanak yang memiliki rasa hormat dan kecintaan kepada beliau,” ungkap Riyan.
Lebih lanjut, Riyan menegaskan bahwa Dunsanak Jokowi tidak dimaksudkan sekadar sebagai wadah politik praktis. Wadah ini justru lebih diarahkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus melahirkan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat langsung bagi warga. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi pondasi utama keberadaan komunitas ini.
Riyan sendiri bukan wajah baru di percaturan politik Bukittinggi. Sebelumnya, saat memimpin Perindo Bukittinggi, ia dikenal vokal dalam menyampaikan aspirasi dan kritik konstruktif terhadap berbagai persoalan kebijakan publik. Pengalaman dan jaringan yang telah dibangun selama ini kini dibawanya untuk memperkuat kiprahnya di lingkungan PSI.
Dengan latar belakang sebagai seorang advokat, Riyan bertekad memberikan warna yang berbeda dalam perjalanan PSI Bukittinggi ke depan. “Riyan ingin politik tidak hanya berbicara soal perebutan kekuasaan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengawal kebenaran dan kepentingan masyarakat melalui jalur hukum yang benar. Politik dan hukum harus berjalan beriringan untuk melindungi rakyat,” tegasnya.
Dalam pertemuannya dengan mantan Presiden Joko Widodo, Riyan juga menyatakan kesiapannya untuk terus mengawal berbagai persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat Kota Bukittinggi. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kehadirannya di PSI sekaligus pendirian Dunsanak Jokowi adalah wujud komitmen berkelanjutan untuk berbakti dan melayani masyarakat dengan lebih luas lagi.

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar