Asril.SE:Lestarikan Budaya Asli Dan Cetak Generasi Kitabullah Pergerakan Seni Bangun Generasi “Pintu Kabun Baralek Gadang”.

2 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 24 Agu 2026

BUKITTINGGI, Senin 24/8/2026 – Semarak nuansa budaya Minangkabau menyelimuti Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS). Festival bertajuk “Pintu Kabun Baralek Gadang” digelar megah, ditandai dengan pelepasan pawai arak-arakan secara resmi oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril, SE. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam menggali, memelihara, serta menonjolkan orisinalitas budaya daerah sebagai kekayaan tak ternilai.

Kegiatan ini menghadirkan partisipasi dari 20 sanggar seni yang berasal dari wilayah Bukittinggi dan Agam. Sangat mengesankan, seluruh sanggar ini tampil semata-mata demi misi mulia pembentukan karakter bangsa. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap keberlanjutan seni, rangkaian acara di mulai dengan penyerahan pokok-pokok pikiran serta bantuan sarana dan prasarana kepada sanggar tuan rumah.

Dalam keterangannya, Asril, SE, menekankan pentingnya dukungan terhadap respons positif masyarakat, khususnya dalam menyambut wisatawan.Asril menegaskan perlunya terus menggali, memelihara, dan menonjolkan budaya asli daerah, lalu mengemasnya dalam kolaborasi yang relevan bagi masa depan. “Kita terus gali dan pelihara budaya yang orisinal dari daerah kita. Hal ini kita lakukan agar identitas kita tetap teguh meski berjalan beriringan dengan kemajuan zaman,” ujar Asril saat melepas pawai arak-arakan.

Sebelumnya, agenda serupa telah sukses dilaksanakan secara bertahap di beberapa lokasi berbeda. Pertama digelar di Nagari Simaraso, kemudian dilanjutkan di Nagari Lambah, dan Alhamdulillah hari ini Kelurahan Puhun Pintu Kabun menjadi tuan rumah yang luar biasa. Asril berharap momentum ini dapat terus ditingkatkan dan disemarakkan lebih besar lagi ke depannya, mencakup wilayah Bukittinggi dan Agam yang sering disebut sebagai wilayah Agam Tuo.

Fokus utama pembinaan ini adalah kekayaan seni dan budaya lokal. Harapan besar tersemat agar generasi muda Minang tidak hanya mengenal warisan leluhur, tetapi juga mampu mengembangkannya dengan jiwa baru yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur. Hal ini sejalan dengan prinsip yang diusung: “Adat bersandi syarak, syarak bersandi Kitabullah”.

“Ketika seni budaya ini kita ajarkan kepada generasi kita, maka generasi kita akan kenal dengan adat. Ketika dia kenal dengan adat, maka dia akan kenal dengan syariat. Ketika dia kenal dengan syariat, maka dia akan kenal dengan Kitabullah,” jelas Asril dengan penuh harap. Filosofi inilah yang melandasi tema besar kegiatan ini: Pergerakan Membangun Generasi Kitabullah.

Melalui penyelenggaraan festival ini yang menampilkan puluhan sanggar tanpa pamrih diharapkan lahir generasi penerus yang berkarakter kuat, beridentitas jelas, dan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya nyata mencetak “Generasi Kitabullah” yang cinta tanah air dan berbudaya luhur, “Ungkap Asril”.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x