
Bukittinggi, 16 Mei 2026 –Dirgantaraku.com,-Suasana Lapangan Wirabraja di Kota Bukittinggi berubah menjadi pusat keramaian penuh makna dan kebanggaan, Sabtu ini. Ribuan warga memadati kawasan bersejarah tersebut untuk bersama-sama merayakan momen bersejarah: genap 100 tahun keberadaan Jam Gadang, ikon kebanggaan seluruh masyarakat Ranah Minang. Perayaan satu abad ini dikemas dalam gelaran Alek Nagari yang meriah, menampilkan beragam pertunjukan budaya mulai dari tarian tradisional, permainan khas anak nagari, hingga pameran kuliner warisan leluhur yang menggugah selera.
Di tengah semaraknya perayaan tersebut, SD 03 Pulai Anak Air turut ambil bagian dan memberikan warna tersendiri dalam rangkaian acara. Kehadiran rombongan sekolah dasar ini menjadi salah satu yang paling ditunggu dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat yang memadati sepanjang Jalan Sudirman. Arak-arakan peserta bergerak mulai dari Tugu Polwan dan berjalan menuju lokasi Lapang Kantin, di tengah deretan peserta lain yang terdiri dari siswa SD hingga SMP yang ada di Bukittinggi.
Di antara puluhan rombongan sekolah yang berpartisipasi, kelompok dari SD 03 Pulai Anak Air tampil menonjol dengan pembawaan yang khas dan penuh semangat. Pada kesempatan istimewa ini, sekolah tersebut mengusung tema khusus bernama Maarak Khatam Alquran. Tema ini diangkat sebagai bentuk perpaduan harmonis antara pelestarian tradisi Minangkabau dengan nilai-nilai agama yang menjadi landasan utama kehidupan masyarakat setempat.

Sebanyak 27 orang siswa-siswi dari SD 03 Pulai Anak Air terlibat aktif dalam penampilan tersebut, berjalan dengan tertib dan penuh percaya diri sepanjang rute pawai. Penampilan mereka tidak hanya sekadar memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam mengenang sejarah sekaligus menjaga jati diri budaya daerah di momen emas usia Jam Gadang.

Plt. Kepala Sekolah SD 03 Pulai Anak Air, Vevi Yeni, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keterlibatan serta penampilan seluruh muridnya dalam ajang bergengsi ini.Vevi mengaku bangga melihat semangat dan kerja keras anak-anak dalam berlatih hingga mampu tampil sebaik ini di hadapan masyarakat luas, menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang kota Bukittinggi.

Lebih jauh, Vevi Yeni menyampaikan pesan mendalam serta harapan besar di balik keikutsertaan sekolahnya dengan tema Maarak Khatam Alquran. “Kami ingin menanamkan sejak dini kepada anak-anak bahwa budaya dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harapan kami, momen ini menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter mereka agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai warisan leluhur sekaligus kokoh dalam iman dan akhlak mulia,” ujarnya.

Menurut Vevi, keikutsertaan ini juga bertujuan agar para siswa semakin mencintai daerahnya sendiri dan memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap Jam Gadang sebagai simbol kebanggaan. “Semoga langkah anak-anak kami hari ini menjadi awal dari kiprah mereka yang lebih besar lagi di masa depan, untuk turut menjaga, mengisi, dan memajukan Bukittinggi menuju masa depan yang gemilang, sejalan dengan usia Jam Gadang yang kini telah berusia seabad,” tutupnya dengan penuh harap.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar