
Bukittinggi-16-06-2026 –Dirgantaraku.com,-Upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Minangkabau kembali mendapat ruang yang luas dan strategis. Pagelaran Alek Permainan Anak Nagari Kurai Bukittinggi tahun 2026 digelar dengan penuh semangat dan kemeriahan di Lapangan Kantin Wirabraja, menjadi bukti nyata bahwa warisan leluhur tetap dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 2.000 peserta yang seluruhnya merupakan pelajar dari berbagai sekolah se-Kota Bukittinggi ini, mendapatkan perhatian dan apresiasi langsung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bukan tanpa alasan, ajang ini dinilai sebagai langkah tepat dan nyata untuk mempertahankan jati diri budaya, di saat pengaruh digitalisasi dan modernisasi perlahan mulai menggeser kebiasaan dan cara hidup masyarakat, termasuk anak-anak muda.
Pagelaran ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan, yang kemudian bekerja sama erat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Bukittinggi/Agam. Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya melalui alokasi dana pokok-pokok pikiran dari Anggota DPRD Sumatera Barat Nurna Eva Karmila, B.Sc. Langkah ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan nyata dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menempatkan pelestarian warisan budaya sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dan memberikan sambutan, menegaskan bahwa Alek Permainan Anak Nagari memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ajang hiburan atau kesenian semata. Menurutnya, kegiatan ini adalah ruang penting untuk membangun dan memperkuat identitas budaya generasi muda, sekaligus mengajarkan nilai-nilai luhur yang selama ini dipegang teguh oleh masyarakat Minangkabau.
“Ini adalah salah satu cara kita mendorong dan menjaga kearifan lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri kita. Siapa lagi yang akan mengangkat dan meneruskannya kalau bukan kita sendiri? Melalui lembaga kebudayaan, kita harus terus bergerak agar nilai-nilai ini tidak hilang dan tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Ia menambahkan, permainan tradisional yang diwariskan turun-temurun ini sesungguhnya menyimpan banyak nilai pendidikan, mulai dari semangat sportivitas, rasa kebersamaan, hingga pembentukan karakter dan kepribadian anak nagari. Karena itulah, pemerintah provinsi memiliki rencana besar: mulai tahun 2028 mendatang, berbagai jenis olahraga dan kesenian tradisional yang telah melalui proses verifikasi dan sertifikasi akan dijadikan ajang perlombaan berjenjang, dimulai dari tingkat nagari, kabupaten atau kota, hingga tingkat provinsi.

“Kami juga sangat mengapresiasi keterlibatan penuh unsur Niniak Mamak Kurai Limo Jorong dalam kepanitiaan ini. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak bisa berjalan hanya dengan upaya pemerintah saja, tetapi harus bergerak bersama masyarakat adat sebagai pemilik utama nilai-nilai tersebut. Kalau kita bersatu, warisan ini pasti akan terus terjaga dan dinikmati oleh anak cucu kita di masa depan,” tegas Gubernur.
Ketua Panitia Pelaksana, Dedi Patria, SH, MH, atau yang dikenal dengan gelar Datuak Mangkuto Sutan, menyatakan bahwa kegiatan yang sudah dijalankan selama tiga tahun berturut-turut ini hadir dengan satu tujuan utama: menghidupkan kembali permainan tradisional yang perlahan mulai terlupakan dan ditinggalkan oleh generasi muda.
“Banyak anak-anak sekarang yang tidak mengenal bahkan belum pernah melihat permainan-permainan yang dulu biasa dimainkan oleh orang tua kita. Padahal, di dalamnya ada banyak pelajaran dan makna yang sangat berharga. Karena itulah, kami berusaha menghadirkan kembali hal-hal ini, agar warisan budaya yang dulu hidup di tengah masyarakat bisa kembali dikenal dan dicintai,” ungkapnya.
Di lokasi acara, beragam jenis permainan tradisional khas Minangkabau ditampilkan dan diperagakan oleh para peserta, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi ribuan pelajar dan pengunjung yang hadir.
Sementara itu, Nurna Eva Karmila menegaskan bahwa dukungan yang diberikan melalui pokok pikiran DPRD Sumatera Barat merupakan bentuk komitmen nyata untuk menjaga identitas budaya daerah. Menurutnya, perkembangan teknologi dan arus modernisasi telah membuat sebagian besar anak muda mulai menjauh dari akar budaya dan sejarah daerahnya sendiri, sehingga kegiatan seperti ini menjadi sangat penting untuk menjembataninya.
“Kami berharap ajang ini menjadi momentum yang positif, agar generasi muda kita kembali mengenal, memahami, dan akhirnya mencintai sejarah, adat istiadat, serta budaya Minangkabau. Ini adalah modal penting bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sebagai anak bangsa yang berkarakter,” katanya.
Tak hanya memiliki nilai budaya dan pendidikan, kegiatan ini juga dinilai memiliki dampak strategis bagi sektor pariwisata daerah. Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, STP, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Nurna Eva Karmila atas dukungan dan konsistensinya dalam mengangkat kegiatan budaya rakyat seperti ini.
Ia menekankan bahwa sebagai kota tujuan wisata, Bukittinggi membutuhkan berbagai jenis atraksi yang khas dan berbeda, agar pengunjung memiliki pengalaman yang beragam selama berkunjung. “Objek-objek wisata yang ada di sini perlu terus diperkaya dengan inovasi dan kegiatan budaya seperti ini. Kalau begitu, wisatawan akan punya banyak pilihan dan merasa betah untuk tinggal lebih lama, sekaligus membawa kesan baik tentang daerah kami,” ujarnya.

Pagelaran ini pun berlangsung dengan lancar dan khidmat, dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen masyarakat, antara lain Ketua LKAAM Kota Bukittinggi Fery Chopa, SH, L.LM, Datuak Tun Muhammad, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Dr. Irwan, M.Ag, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri, SP, MM, Ketua DPRD Kota Bukittinggi Dr. (Cand.) H. Syaiful Efendi, Lc, MA, serta perwakilan dari instansi pemerintahan, kepolisian, kejaksaan, tokoh adat, tokoh agama, penggiat budaya, dan para pemangku kepentingan lainnya.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar