
BUKITTINGGI – Peringatan seratus tahun keberadaan Jam Gadang, ikon bersejarah dan kebanggaan Kota Bukittinggi yang jatuh pada Minggu (28/6/2026), berlangsung dengan nuansa yang penuh makna sekaligus bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah riuhnya perayaan yang mengangkat nilai sejarah dan kebesaran daerah, Lapangan Wirabraja Kodim 0304/Agam menjadi saksi peluncuran langkah strategis Persatuan Warga Tulang Sehat Seluruh Indonesia (Perwatusi) melalui pencanangan resmi Gerakan Sumbar Peduli Osteoporosis. Kegiatan ini mengusung pesan utama agar seluruh lapisan masyarakat mulai menanamkan kebiasaan merawat kekuatan dan kesehatan tulang sejak usia muda, sebagai bekal masa depan yang berkualitas.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang hadir langsung memimpin rangkaian acara menegaskan bahwa pemilihan momen bersejarah ini bukanlah kebetulan semata. “Jam Gadang telah berdiri kokoh, tak tergoyahkan selama seratus tahun lamanya dan menjadi penanda waktu serta kebanggaan kita semua. Filosofi kekuatan dan keteguhan itulah yang ingin kami sampaikan kepada seluruh warga: sebagaimana ikon kota ini tetap tegak dan bermanfaat sepanjang masa, demikian pula tulang kita harus dijaga agar tetap kuat, sehat, dan mampu mendukung aktivitas produktif hingga usia senja,” ujarnya dalam sambutan pembuka. Ia pun menambahkan, “Kesehatan bukan sekadar ucapan atau slogan semata, melainkan sebuah kewajiban sekaligus investasi terbesar bagi kualitas hidup setiap individu maupun kemajuan daerah kita.”
Ketua Umum Perwatusi, Anita, turut mempertegas makna kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran organisasi di titik strategis ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah daerah. “Kami siap berada di barisan paling depan untuk memerangi ancaman penyakit keropos tulang melalui penyebaran pemahaman yang luas serta pembudayaan pola hidup yang benar. Seperti halnya Jam Gadang yang terawat dengan baik agar tetap berfungsi dan indah dipandang, kesehatan tulang pun membutuhkan perawatan berkelanjutan lewat olahraga teratur, pola makan seimbang, serta pemenuhan kebutuhan gizi yang kaya akan kalsium dan vitamin D,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang disampaikan oleh Direktur Utama RSAM, Busril, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia menilai Bukittinggi sebagai tempat yang paling tepat untuk memulai gerakan berskala provinsi ini. “Usia satu abad Jam Gadang mengandung nilai pelajaran tentang ketahanan, keberlangsungan, dan kebermanfaatan yang tak terputus. Semangat inilah yang hendaknya kita jadikan teladan dalam menjaga kondisi tubuh, agar masyarakat Sumatera Barat senantiasa bugar, tangguh, dan mampu berkontribusi optimal bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Kegiatan ini pun dipadati antusiasme ratusan peserta yang datang bukan hanya dari Kota Bukittinggi saja, melainkan juga dari berbagai wilayah seperti Kabupaten Agam, Dharmasraya, hingga kabupaten lain di penjuru Sumatera Barat, menandakan bahwa pesan kesehatan tulang telah mulai bergema secara luas dan lintas batas wilayah.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar