

BUKITTINGGI –Sabtu 25-07-2926,-Senyum bangga terpancar dari wajah Muhammad Rain Abdhyastha, pelajar kelas 4 SDN 04 Bukittinggi yang tampil perdana di ajang kejuaraan Karate INKANAS Jam Gadang Bukittinggi. Anak yang rutin berlatih di Dojo Bhayangkara Polresta Bukittinggi ini mengikuti kompetisi yang berlangsung selama 24 hingga 26 Juli 2026 di Kampus UIN Bukittinggi, membawa harapan besar serta semangat pantang menyerah sejak melangkahkan kaki ke arena pertandingan. Muhammad Rain adalah putra kebanggaan pasangan suami istri Iptu Abdi, Kanit Turjawali Polresta Bukittinggi, dan Aiptu Reike, Bhabinkamtibmas wilayah Bukik Cangang.
Sebagai atlet pemula yang baru pertama kali turun bertanding, Muhammad Rain tidak tampil gugup ataupun ragu. Ia justru menunjukkan keberanian dan fokus yang mengagumkan saat berhadapan dengan lawan. Sepanjang laga berlangsung, ia mampu mengimbangi serangan dan pergerakan lawan dengan baik, membuktikan bahwa bakat serta persiapan latihan yang ia tempuh selama ini telah tertanam kuat dalam dirinya.
Meski pada akhirnya ia belum berhasil meraih kemenangan dan medali, penampilan Muhammad Rain justru memancing decak kagum penonton dan pelatih. Kehadirannya di kancah pertandingan tidak bisa dianggap remeh; mental baja dan keberaniannya melangkah di medan laga terbuka menjadi modal luar biasa bagi kariernya ke depan. Ia membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berani tampil dan berjuang sekuat tenaga.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Ayahnya yang juga Kanit Turjawali Polresta Bukittinggi, Iptu Abdi, menyampaikan rasa bangganya yang meluap-luap. “Saya sangat bangga dan bersyukur melihat apa yang ditunjukkan anak saya hari ini. Walaupun belum bisa mempersembahkan medali, namun melihat semangat juang dan tekadnya yang kuat, itu nilainya jauh lebih berharga daripada sekadar piala atau penghargaan,” ujar Iptu Abdi dengan nada haru.
Abdi menambahkan, keberanian Muhammad Rain melangkah masuk ke arena pertandingan untuk pertama kalinya adalah kemenangan besar yang patut diapresiasi. “Bagi saya, mental yang ia tunjukkan hari ini adalah pondasi paling kokoh untuk masa depannya. Ia berani, ia tidak lari dari tantangan, dan ia berjuang sampai detik terakhir. Itu adalah hal yang tidak bisa dibeli dengan apa pun,” tegasnya.
Sementara itu, Ibunda Muhammad Rain yang juga bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Bukik Cangang, Aiptu Reike, turut menyampaikan dukungan dan motivasi tulus bagi putranya. “Sebagai orang tua, saya bangga luar biasa melihat keberanian Rain melangkah ke arena. Kekalahan hari ini bukan akhir segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang belajar dan mengasah kemampuan. Kami selalu ada di belakangnya, mendukung setiap langkah, dan berharap ia terus tumbuh menjadi anak yang tangguh, rendah hati, dan tidak mudah menyerah pada keadaan,” ucap Aiptu Reike penuh kasih sayang.

Lebih jauh, Iptu Abdi menyampaikan harapan besarnya bagi putra kesayangannya. “Saya berharap Muhammad Rain dapat terus berlatih dengan lebih tekun, disiplin, dan rendah hati ke depannya. Di usianya yang masih sangat muda, masih terbentang luas kesempatan untuk belajar, mengasah kemampuan, dan meraih prestasi gemilang di masa mendatang.” Keberhasilan kecil Muhammad Rain hari ini menjadi bukti bahwa perjalanan seorang juara dimulai dari keberanian untuk mencoba, didukung penuh oleh kasih sayang dan bimbingan kedua orang tuanya serta lingkungan sekitar hingga kelak ia mampu mengukir namanya sebagai atlet karate kebanggaan Kota Bukittinggi.


dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar