Andi Putra: Bijak Bermedia Sosial, Jangan Mudah Terprovokasi Sebelum Tahu Kebenaran

2 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 07 Sep 2026

BUKITTINGGI — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi dari Fraksi Partai NasDem, Andi Putra, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Di tengah arus informasi yang begitu deras dan cepat tersebar,Politisi muda ini juga mengingatkan agar tidak mudah ikut-ikutan menyebarkan berita atau unggahan yang belum tentu kebenarannya, terlebih yang berpotensi mengandung fitnah dan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Seruan tersebut disampaikan Andi Putra dalam keterangannya yang juga dibagikan melalui akun media sosial resminya, di sela-sela kegiatan HMI Cabang Bukittinggi yang berlangsung pada Jumat hingga Minggu, 4–6 September 2026. Menurutnya, kemudahan berbagi informasi di dunia maya bukan berarti kita boleh sembarangan menyebarkan segala hal tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

“Kita harus bijak bermedia sosial. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebar fitnah yang menyakiti hati sesama,” ujar Andi Putra dengan tegas. Ia menegaskan bahwa setiap unggahan yang dibagikan memiliki dampak nyata, baik bagi individu maupun bagi keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Satu informasi yang keliru yang disebarkan tanpa verifikasi bisa memicu keributan, prasangka buruk, hingga merusak nama baik orang lain.

Lebih lanjut, politisi muda ini mengajak masyarakat untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan kritis. Setiap kali menemukan berita, pernyataan, atau unggahan yang menarik perhatian, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyaring dan memfilternya dengan teliti. Jangan langsung percaya, apalagi langsung membagikannya kepada orang lain sebelum memastikan dari mana sumbernya dan apakah isinya benar adanya.

“Masyarakat harus pandai menyaring atau memfilter terlebih dahulu. Jangan mudah terprovokasi sebelum tahu kebenarannya,” tegasnya. Ia memahami bahwa banyak informasi yang beredar saat ini dibuat-buat atau dipotong sedemikian rupa sehingga maknanya berubah dari aslinya. Jika masyarakat tidak berhati-hati, tanpa sadar kita bisa menjadi bagian dari penyebar informasi yang menyesatkan dan merugikan orang lain.

Andi Putra juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi dan berbagi informasi di media sosial tetap dibatasi oleh etika dan hukum. Bermedia sosial seharusnya menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, saling berbagi kebaikan, dan membangun pemahaman yang lebih baik, bukan sebaliknya menjadi ladang perselisihan dan saling menjatuhkan. Semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau harus tetap dijaga, bahkan di ruang digital sekalipun.

“Kita harus selalu menjaga salam persaudaraan. Di mana pun kita berada, termasuk di dunia maya, sikap saling menghormati dan menjaga ketenangan hati sesama harus tetap menjadi pegangan kita,” tutup Andi Putra. Pesan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran setiap orang untuk lebih bertanggung jawab dalam bermedia sosial, sehingga teknologi ini benar-benar membawa manfaat dan bukan malah menjadi sumber kerugian bagi kita semua.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x