Pertama Kalinya, Rumah Gadang Datuak Kayo Agam Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lahirkan Kebersamaan Sembilan Payung Suku Sikumbang

3 menit membaca

AGAM, 20 September 2026 — Sejarah baru terukir di Rumah Gadang Datuak Kayo, Kandang Katiak, Padang Kudo, Kabupaten Agam. Untuk pertama kalinya, rumah gadang yang menjadi pusat kebersamaan Suku Pangato Sikumbang di bawah naungan Datuak Tumamad ini dihiasi semangat kebersamaan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu (20/9/2026). Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB ini bukan sekadar peringatan hari besar keagamaan, melainkan momen bersejarah yang mempertemukan warga dari sembilan payung adat dalam satu kehangatan.

Kegiatan dimulai dengan irama yang sarat makna. Sekelompok masyarakat bersama Bundo Kanduang berarak membawa makanan bajamba beriringan dari Pesantren Ainul Yakin, Jorong Sawah Liek, menuju Rumah Gadang Datuak Kayo. Sesampainya di lokasi, rombongan disambut dengan Tari Sewah yang indah, menciptakan harmoni antara budaya luhur dan semangat keagamaan. Suasana itu menggambarkan betapa eratnya ikatan antara tradisi dan nilai-nilai keimanan yang hidup di tengah masyarakat Nagari Batagak.

Feri, selaku Wali Jorong Sawah Liek sekaligus Anak Kamanakan Pangato Suku Sikumbang, menyampaikan antusiasme luar biasa warga. “Karena ini pertama kalinya digelar di Rumah Gadang, kami memperkirakan lebih dari 700 orang hadir meramaikan acara ini. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan penuh kehangatan. Harapan kami, tradisi indah ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi rutinitas yang dinantikan oleh seluruh kaum Suku Pangato Sikumbang,” ungkapnya.

Di tengah kehangatan tersebut, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Pemuda, serta Urang Sumando berkumpul untuk melantunkan dzikir bersama. Suasana khidmat dan haru menyelimuti rumah gadang yang megah itu, membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan, saling menguatkan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Angku Datuak Tumamad menegaskan makna mendalam dari rangkaian kegiatan ini. “Beragam cara kami lakukan untuk meneladani dan mencintai Rasulullah. Mulai dari arak-arakan dan irama tambua yang mengiringi langkah kita, hingga dzikir bersama yang menyatukan hati. Semoga momen ini bukan sekadar seremonial semata, tetapi melahirkan kedamaian, keberkahan, dan mempererat tali persaudaraan antar anak kamanakan di bawah naungan kami,” ujarnya dengan tulus.

Langkah strategis pun lahir dari semangat kebersamaan ini. Ardodi, Ketua Pangato Suku Sikumbang Nagari Batagak, menyampaikan terbentuknya kelembagaan baru yang mewadahi sembilan payung adat di Nagari Batagak. “Selama ini kita bersilaturahmi antar payung secara terpisah. Kini, atas inisiatif anak kamanakan, kita membentuk wadah bersama agar semangat persaudaraan semakin kuat. Melalui momen Maulid Nabi ini, kita ingin membuktikan bahwa sembilan payung itu berdiri tegap dengan satu tujuan: kebersamaan, persatuan, dan kemajuan bersama,” jelas Ardodi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai warisan leluhur dan ajaran mulia Nabi Muhammad SAW adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Semoga semangat yang telah tumbuh hari ini terus dijaga, sehingga silaturahmi antarwarga semakin erat, persaudaraan semakin kokoh, dan keberkahan senantiasa menyertai langkah anak kamanakan Suku Pangato Sikumbang di Nagari Batagak.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x