
Bukittinggi – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril S.E., bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema utama “Perkoperasian bagi Kelompok Koperasi”. Kegiatan ini menyasar kelompok petani tebu dan pembudidaya ikan air tawar se Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, serta didanai melalui alokasi dana aspirasi dari Asril S.E. Acara berlangsung pada Senin (22/6/2026) di Gedung UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana interaktif ini dihadiri puluhan pengurus dan calon anggota koperasi serta pelaku UMKM setempat. Turut hadir memberikan dukungan dan pemaparan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrzal S.E., M.Si.; Anggota DPRD Kota Bukittinggi M. Taufik S.Ag., M.M.; serta Zul Hamdi Nova Candra. Melalui tema yang diusung, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kapasitas kelembagaan agar koperasi dapat berjalan secara sehat dan bermanfaat secara maksimal bagi anggotanya.
Dalam sambutannya, Asril menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen paling tepat untuk mengangkat perekonomian kelompok masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan. Menurutnya, selama ini petani tebu dan pembudidaya ikan lebih banyak bekerja secara terpisah atau dalam kelompok kecil, sehingga sering menghadapi hambatan yang sama dalam mengembangkan usahanya.
“Kita melihat potensi yang sangat besar ada di tangan mereka, namun masih terhambat oleh posisi tawar yang lemah, akses permodalan yang terbatas, serta kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. Harga jual yang tidak menentu dan kualitas produk yang belum terstandarisasi menjadi tantangan utama yang membuat peningkatan kesejahteraan berjalan lambat. Melalui koperasi, semua kekuatan ini bisa disatukan menjadi satu kekuatan yang lebih besar dan terorganisir,” jelas Asril.
Asril menambahkan, tata kelola koperasi yang baik dan profesional akan membuka ruang bagi anggotanya untuk mendapatkan berbagai fasilitas yang selama ini sulit dijangkau secara individu. “Koperasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan lembaga ekonomi yang harus dikelola dengan prinsip kebersamaan, keadilan, dan akuntabilitas. Jika dikelola dengan benar, koperasi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan anggota dengan sumber permodalan, teknologi budi daya yang lebih baik, serta jaringan pemasaran yang terjamin,” ujarnya.
Asril juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam memfasilitasi pengembangan koperasi dan usaha rakyat. Salah satu bukti nyata yang telah dilakukan adalah memfasilitasi pelaku usaha untuk mengikuti kegiatan pencocokan usaha atau bisnis matching hingga ke luar negeri. “Pada Mei 2026 lalu, pemerintah provinsi telah mengirimkan pelaku usaha daerah ke Sarawak, Malaysia, dengan biaya fasilitasi penuh. Ini adalah jalan yang sama yang bisa dimanfaatkan koperasi nantinya untuk membawa produk unggulan kita bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi para peserta agar semakin memahami hakikat dan manfaat berkoperasi sesuai tema yang diangkat. Dengan kelembagaan yang kuat, pengelolaan yang transparan, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan dana aspirasi yang disalurkan, koperasi diharapkan dapat tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang mampu mengangkat taraf hidup anggota serta mendorong kemajuan ekonomi daerah Sumatera Barat secara menyeluruh.


dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar