
Bukittinggi –Dirgantaraku.com,-Warga Gadut PGRM, Kabupaten Agam, dikejutkan oleh penemuan sesosok bayi perempuan yang ditinggalkan di pinggir jalan raya, tepatnya di kawasan dekat kantor SAMSAT Bukittinggi, Jalan Raya Bukittinggi–Medan Km 5, Kamis pagi (15/01/2026). Saat ditemukan, bayi malang tersebut berada di dalam sebuah kardus dalam kondisi masih bernyawa.
Kronologi penemuan bermula ketika seorang warga yang tengah melintas di lokasi kejadian mendengar suara tangisan samar dari arah bahu jalan. Curiga dengan sumber suara tersebut, saksi mata mendekati sebuah kardus yang tergeletak di tanah. Begitu dibuka, warga mendapati seorang bayi perempuan mungil yang dibalut kain panjang (jarik) dengan perlengkapan sederhana.
Selain terbungkus kain, di dalam kardus tersebut juga ditemukan satu botol berisi susu formula, yang mengindikasikan bahwa bayi ini sengaja ditinggalkan dengan persiapan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Masyarakat segera merespons cepat dengan mengevakuasi bayi tersebut dan melaporkannya kepada aparat Kepolisian Sektor setempat serta tenaga kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan medis awal di puskesmas terdekat, bayi perempuan tersebut diperkirakan baru berusia enam hari. Meski ditemukan di ruang terbuka, kondisi fisiknya secara umum dinyatakan stabil, namun saat ini tetap berada dalam perawatan intensif tim medis untuk pemantauan lebih lanjut.
Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan. Penyelidikan kini difokuskan untuk melacak keberadaan orang tua atau pihak yang membuang bayi tersebut. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar area SAMSAT Bukittinggi untuk mencari titik terang terkait identitas pelaku.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lokasi kejadian pada waktu tersebut, atau mengetahui ada warga yang baru saja melahirkan namun bayinya tidak terlihat, agar segera melaporkannya kepada kami,” ujar perwakilan pihak berwenang.
Kejadian ini memicu gelombang keprihatinan dari masyarakat luas di Bukittinggi dan sekitarnya. Sementara proses hukum berjalan, koordinasi dengan Dinas Sosial juga mulai dilakukan guna memastikan perlindungan, pengasuhan, dan masa depan bayi tersebut terjaga sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar