
BUKITTINGGI – Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bukittinggi, AKP Muhamad Arvi, dalam sebuah wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Jumat (04/09/2026), menegaskan bahwa wilayah Kota Bukittinggi saat ini dikategorikan sebagai daerah yang rawan terhadap peredaran barang haram. Temuan di lapangan menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan: sebagian besar pelaku yang berhasil diamankan adalah pelaku berulang atau pemain lama yang sudah akrab dengan dunia hukum, meskipun mereka sepenuhnya sadar bahwa tindakan berulang akan membawa konsekuensi hukuman yang jauh lebih berat dibandingkan pelaku baru.
Kendati demikian, keberhasilan penangkapan tidak lepas dari dukungan nyata masyarakat. Kasat Narkoba mengakui bahwa alur informasi yang cepat dan akurat dari warga menjadi kunci utama pihaknya dapat segera bertindak mengamankan pelaku. Hal ini membuktikan tingkat kesadaran masyarakat di Bukittinggi tergolong sangat tinggi, yang pada akhirnya melahirkan sinergi dan kerja sama yang erat antara warga dengan kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.
Dalam upaya memutus rantai peredaran, pihak kepolisian tidak hanya mengandalkan penindakan, namun juga merancang langkah-langkah pencegahan yang terstruktur. AKP Muhamad Arvi menyampaikan bahwa pihaknya turun langsung ke berbagai kantor nagari serta institusi pendidikan untuk memberikan penyuluhan guna meningkatkan pemahaman bahaya narkoba. Selain itu, pembinaan kampung bebas narkoba juga terus digalakkan, salah satunya di wilayah Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam—sebuah upaya yang bahkan meraih peringkat keempat dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara.
Pola kerja terpadu juga diterapkan guna menutup celah tugas yang mungkin terjadi. Penyuluhan ke lingkungan sekolah umumnya menjadi ranah fungsi Bimbingan Masyarakat (Binmas) yang memang memiliki fokus di bidang pencegahan, sementara Satresnarkoba lebih menekankan pada aspek penindakan. Namun, pembatasan ini tidak menjadikan alasan untuk menolak berpartisipasi; jika ada undangan edukasi, pihaknya selalu hadir karena tugas melindungi dan melayani masyarakat adalah prioritas utama institusi kepolisian.
Data kinerja pada bulan Agustus lalu menunjukkan angka yang menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi. Tercatat sebanyak 14 kasus narkoba berhasil diungkap dan ditangani oleh tim Satresnarkoba Polresta Bukittinggi. Angka ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa peredaran narkoba belum mereda dan tetap bergerak aktif di wilayah hukum Polresta Bukittinggi, sehingga kewaspadaan semua pihak tidak boleh sedikitpun dikendurkan.
Terkait hal ini, Kasat Narkoba Polresta Bukittinggi, AKP Muhamad Arvi, menyampaikan himbauan tegas namun membangun kepada seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan agar warga tidak pernah merasa lelah untuk terus waspada dan selalu menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman barang haram. Ia menekankan agar setiap individu tidak tergiur keuntungan sesaat yang justru merusak masa depan, serta senantiasa berani melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka.
Sebagai penutup, ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah membuktikan kepercayaannya dan bersedia bekerja sama dengan kepolisian. Keberhasilan menangkap berbagai pelaku tidak terlepas dari derasnya informasi yang masuk terkait transaksi atau aktivitas mencurigakan. Semoga kerja sama yang terjalin ini tetap terpelihara dan semakin kuat, demi mewujudkan Bukittinggi yang bersih dari narkoba dan aman untuk ditinggali.


dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar