Pimpinan Cabang Bulog Bukittinggi Jelaskan Penyebab Keterlambatan Penyaluran Bantuan Beras CPP Alokasi September

2 menit membaca
Jonni
News - 02 Okt 2026

BUKITTINGGI, Jumat (02/10/2026) – Penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk alokasi September 2026 di Kota Bukittinggi menjadi sorotan publik. Pasalnya, setelah bantuan untuk alokasi Juli dan Agustus telah diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hingga memasuki awal Oktober 2026, penyaluran untuk alokasi September masih belum sepenuhnya diterima masyarakat.

Untuk memperoleh kejelasan terkait keterlambatan tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Perum BULOG Cabang Bukittinggi yang beralamat di Jl. Perwira Ujung Belakang No.182, Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi, pada Jumat (02/10/2026).

Pimpinan Cabang Perum Bulog Bukittinggi, Romi, menjelaskan bahwa keterlambatan penyaluran bukan tanpa alasan. Menurutnya, setiap beras bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat wajib melalui tahapan teknis guna memastikan kualitas dan kelayakan beras sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

“Untuk prosesnya, beras harus melalui tahapan penyortiran dan masa perawatan atau fumigasi. Standar waktu untuk proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 14 hari, ini wajib kami lakukan untuk menjaga mutu beras,” jelas Romi kepada awak media.

Romi menambahkan, dalam skema Program Bantuan Pangan Pemerintah, Perum Bulog menjalankan tugas mulai dari pengadaan, penanganan, hingga penyaluran berdasarkan penugasan resmi dari pemerintah. Dalam hal ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) berperan sebagai penentu kebijakan dan koordinator utama penyelenggaraan, sementara Bulog melaksanakan tugas teknis di lapangan.

Terkait belum tersalurkannya bantuan alokasi September, Romi menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu arahan resmi lebih lanjut dari Bapanas, khususnya untuk wilayah Kota Bukittinggi. “Untuk keterlambatan penyaluran khususnya di wilayah kota, saat ini kami masih menunggu arahan resmi lebih lanjut dari Badan Pangan Nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Romi menyampaikan, pihaknya memahami penantian masyarakat dan menegaskan komitmen Bulog untuk memberikan pelayanan terbaik. “Pada intinya kami ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat, sehingga beras yang disalurkan tersebut benar-benar bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Namun karena disebabkan adanya kendala teknis dan administratif yang masih dalam proses penyelesaian, maka beras tersebut belum bisa kami salurkan. Untuk itu kami meminta kepada masyarakat untuk tetap bersabar sampai permasalahan ini dapat kami selesaikan, kami pastikan bantuan ini akan segera disalurkan setelah semua proses dinyatakan siap,” pungkasnya.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x