
BUKITTINGGI, Dirgantaraku.com —Jumat 23-10-2026,-Layanan kunjungan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi mengalami peningkatan. Di tengah kondisi overkapasitas dengan jumlah penghuni mencapai 528 orang, pihak lapas terus berupaya memastikan pelayanan berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Bukittinggi, Abdul Sialaban, merinci penghuni terdiri dari 457 narapidana dan 71 tahanan. Dari total tersebut, 345 orang merupakan warga binaan perkara narkotika dan 183 orang pidana umum dengan total keseluruhannya 528 orang, Kondisi ini menjadi tantangan dalam pelaksanaan pengamanan sekaligus pelayanan kepada warga binaan dan keluarganya.
Untuk menjaga kelancaran, jadwal kunjungan diatur dalam beberapa sesi. Pada Senin hingga Kamis, kunjungan dibagi dua sesi yakni pukul 09.00–11.30 WIB dan 13.30–14.30 WIB. Sedangkan pada Jumat dan Sabtu, kunjungan dilaksanakan satu sesi pukul 09.00–11.30 WIB, dengan durasi pertemuan hingga 30 menit sesuai ketentuan.
Setiap pengunjung diwajibkan melapor kepada petugas, mengisi buku tamu, menjalani pemeriksaan identitas, pemeriksaan badan sesuai prosedur, serta pemeriksaan barang bawaan secara teliti. Kebijakan ini mengingat banyak keluarga WBP datang dari luar daerah seperti Pasaman, Tanah Datar, Padang, bahkan dari luar provinsi.
Pengawasan juga diperketat guna mencegah masuknya narkotika dan barang terlarang. Abdul Sialaban mengungkapkan, sekitar satu bulan lalu petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang yang diduga narkotika dari pengunjung dengan gerak-gerik mencurigakan. Temuan tersebut telah dilaporkan untuk ditindaklanjuti. Jika ditemukan dugaan tindak pidana, pihaknya akan berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk TNI dan Polri sesuai kewenangan.
KPLP Abdul Sialaban mengimbau keluarga WBP untuk memahami kondisi overkapasitas yang membutuhkan kedisiplinan dan kerja sama. Ia meminta pengunjung mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak membawa barang terlarang, serta menjalani seluruh tahapan pemeriksaan dengan tertib agar hak bertemu keluarga tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, menegaskan overkapasitas dan keterbatasan personel tidak boleh menjadi alasan menurunkan kualitas pelayanan maupun pengawasan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran tetap bekerja profesional, disiplin, dan humanis sesuai SOP dengan mengedepankan keseimbangan antara kewaspadaan dan pelayanan prima.

Nanang juga menegaskan tidak ada toleransi bagi pengunjung maupun petugas yang terbukti berupaya memasukkan barang terlarang. Petugas yang terbukti bekerja sama akan ditindak tegas sesuai ketentuan disiplin dan peraturan perundang-undangan, sedangkan barang bukti dari pengunjung akan diamankan dan diserahkan kepada aparat berwenang.

Di sisi lain, pelayanan kunjungan mendapat tanggapan positif dari keluarga WBP. E (47), warga Bukittinggi, mengaku puas dengan pelayanan yang tertib dan arahan petugas yang membantu keluarga menjalani kunjungan dengan nyaman. Melalui penguatan sistem pengamanan berlapis, Lapas Kelas IIA Bukittinggi mengajak seluruh keluarga WBP untuk bersama menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, kondusif, dan tetap humanis.

