
BUKITTINGGI, Senin 29 Juni 2026 – Semangat juang dan kedisiplinan yang ditanamkan dalam keluarga Ipda Romi Saputra, S.H., M.M., berbuah manis dalam ajang olahraga. Lima bersaudara yang merupakan putra-putri perwira kepolisian itu berhasil mengharumkan nama Kota Bukittinggi pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate FORKI Sumatera Barat sekaligus Piala Ketua Umum FORKI Sumbar 2026. Kejuaraan yang berlangsung selama 26–28 Juni 2026 di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman ini diikuti ribuan karateka andalan dari seluruh kabupaten dan kota se Provinsi Sumatera Barat.
Sebagai ajang penguji kemampuan sekaligus penentu kualitas atlet, kejuaraan ini menjadi panggung pembuktian bagi para karateka muda untuk menunjukkan keterampilan dan mental bertanding. Di tengah persaingan yang ketat, kelima atlet yang mewakili FORKI Kota Bukittinggi tampil penuh percaya diri. Mereka adalah Kayla Fariza Aska, Kayzha Fariza Najwa, Kelvin Alfarizi, Naisha Salsabila Ramadhani, dan si bungsu Muhamad Defran Al Aqsha—semuanya anak kandung dari pasangan Ipda Romi Saputra dan Yuli Sahara, S.K.M.
Ipda Romi Saputra mengaku merasa bangga sekaligus haru melihat keikutsertaan dan perjuangan kelima anaknya. Menurutnya, kesempatan bertanding di tingkat provinsi adalah pengalaman berharga yang tidak ternilai harganya. “Kami sangat bangga atas keikutsertaan mereka. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengukir prestasi yang lebih tinggi. Kami juga berharap mereka dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama FORKI Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Ketekunan mereka terlihat dari rutinitas latihan yang dijalani secara konsisten. Setiap hari, kelima bersaudara ini berlatih di halaman Polresta Bukittinggi di bawah bimbingan langsung pelatih, Coach Chlese Lexem. Bagi mereka, mengikuti kejuaraan ini adalah cara yang positif untuk mengisi masa liburan sekolah, sekaligus mengembangkan bakat dan menjauhkan diri dari kegiatan yang kurang bermanfaat.
Coach Chlese Lexem memberikan apresiasi sekaligus pesan motivasi atas capaian yang diraih anak asuhnya tersebut. “Mereka berlatih dengan disiplin dan semangat tinggi meskipun jadwal latihan padat. Prestasi ini bukti bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah tingkatkan kemampuan, jadikan kekalahan sebagai pelajaran dan kemenangan sebagai penyemangat, bukan untuk berpuas diri,” ujarnya.Lexem menambahkan, kedisiplinan yang mereka tunjukkan sehari-hari menjadi modal utama untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Kerja keras dan latihan rutin yang mereka jalani akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dari lima orang yang bertanding, tiga di antaranya berhasil mempersembahkan medali bagi kontingen FORKI Kota Bukittinggi. Kayzha Fariza Najwa meraih medali emas, sedangkan Naisha Salsabila Ramadhani dan Muhamad Defran Al Aqsha masing-masing menyabet medali perak. Secara keseluruhan, kontingen FORKI Kota Bukittinggi mencatat perolehan yang cukup baik dengan mengumpulkan 3 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu, serta menempati peringkat ke-9 dalam klasemen akhir kejuaraan.

Keberhasilan yang diraih lima bersaudara ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan pelatihnya, tetapi juga menjadi modal semangat bagi FORKI Kota Bukittinggi. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk menekuni olahraga secara serius, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta terus berusaha mengharumkan nama daerah dan bangsa melalui jalur olahraga.


dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar