
BUKITTINGGI, Senin, 1 Juni 2025 – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi kembali memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni. Di bawah pimpinan Kepala Lapas Bukittinggi, Nanang Rukmana, peringatan tahun ini diangkat dengan semangat baru, menegaskan kembali posisi Pancasila sebagai jiwa dan pemersatu bangsa yang menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengabdian, baik di lingkungan lembaga pemasyarakatan maupun di tengah masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Nanang Rukmana menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau rumusan semata, melainkan nilai hidup yang harus terus dihayati dan diamalkan oleh setiap warga negara, termasuk seluruh jajaran pegawai di Lapas Bukittinggi. “Pancasila adalah dasar negara, pandangan hidup, dan sekaligus ideologi bangsa. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hingga keadilan sosial semakin relevan dan dibutuhkan untuk menjaga keutuhan serta kemajuan bangsa,” ujar Nanang saat menjadi pembina upacara bendera di hadapan seluruh pegawai Lapas Kls IIA Bukittinggi
Nanang juga menambahkan, bagi jajaran pemasyarakatan, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman utama dalam menjalankan tugas mulia pembinaan warga binaan. Sebagai ujung tombak pelaksanaan pembinaan, setiap pegawai dituntut untuk menanamkan nilai-nilai luhur tersebut dalam setiap tindakan, pelayanan, dan interaksi sehari-hari. Hal ini sejalan dengan semangat pemulihan dan pembinaan karakter, di mana warga binaan tidak hanya dibimbing untuk kembali taat hukum, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran tinggi akan persatuan serta keadilan.
Lebih jauh, Nanang mengajak seluruh elemen di lingkungan Lapas Bukittinggi untuk menjadikan momen peringatan ini sebagai titik tolak memperkuat komitmen bersama menuju visi besar Indonesia Emas 2045. “Kita semua memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Di tempat kerja kita, kontribusi nyata adalah melayani dengan hati, bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan senantiasa menebarkan nilai persatuan. Langkah kecil yang kita lakukan dengan penuh pengabdian adalah bagian dari sumbangsih besar bagi Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Nanang Rukmana kembali menghimbau agar semangat Pancasila tidak hanya berkobar saat peringatan saja, melainkan menjadi budaya yang melekat sepanjang masa. Ia menegaskan kembali pesan utamanya, “Mari kita perkokoh nilai-nilai Pancasila dalam setiap pengabdian demi Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

Pesan ini menjadi landasan semangat seluruh jajaran Lapas Bukittinggi untuk terus bergerak maju, menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa, dan mewujudkan cita-cita luhur negara. “Karena hanya dengan berpegang teguh pada nilai luhur ini, kita akan mampu melewati segala tantangan dan membawa bangsa ini menuju kejayaan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar