
AGAM, Senin, 1 Juni 2026 – Perguruan Pencak Silat Tameng Jagad kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meloloskan lima atlet andalannya untuk berlaga dalam ajang Olimpiade dan Olahraga Pelajar Daerah (O2SN) tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan digelar di Padang. Babak penyisihan yang menentukan kelolosan ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, di Lubuk Basung. Keberhasilan ini diraih setelah para peserta menunjukkan penampilan luar biasa pada pertandingan yang berlangsung ketat dan kompetitif. Salah satu sosok yang tampil menonjol adalah Farzan, siswa kelas III Sekolah Alam Sungai Janiah, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, yang mencatatkan nilai sangat mengesankan sepanjang ajang berlangsung.
Pada tahap penyisihan yang digelar di Lubuk Basung tersebut, sebanyak 15 peserta kategori putra turun ke arena dan mempertunjukkan kemampuan terbaiknya dalam nomor jurus tunggal. Persaingan berjalan sangat sengit di mana setiap peserta berusaha menampilkan teknik dan gerakan yang sempurna untuk memukau dewan juri. Namun, berkat latihan rutin serta kedisiplinan tinggi yang ditanamkan sejak dini, Farzan mampu tampil beda dan unggul. Ia berhasil mempertunjukkan setiap rangkaian jurus yang telah dipelajari di PPS Tameng Jagad dengan sangat baik, luwes, dan penuh penghayatan, sehingga mengantarnya lolos ke jenjang selanjutnya.
Keberhasilan Farzan bukanlah satu-satunya capaian membanggakan dari perguruan ini. Secara keseluruhan, setelah rangkaian pertandingan di Lubuk Basung usai, Tameng Jagad berhasil meloloskan lima murid terbaiknya untuk mewakili daerah di tingkat provinsi. Dari jumlah tersebut, empat orang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Bukittinggi, sementara satu orang lainnya adalah perwakilan dari Agam, yaitu Farzan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan yang merata dan konsisten yang diterapkan oleh pelatih, Yandri, kepada seluruh anak asuhnya.
Di balik keberhasilan para atlet ini yang terlihat di panggung pertandingan, terdapat kerja keras dan metode pembinaan yang komprehensif yang dilakukan sehari-hari. Yandri tidak hanya menekankan pada penguasaan teknik fisik dan kemampuan bertanding semata, tetapi juga membangun karakter dan mentalitas juara. Setiap sesi latihan selalu dilengkapi dengan pembekalan rohani, baik sebelum maupun sesudah berlatih, guna membentuk kepribadian yang tangguh, sopan, dan berakhlak mulia. Kombinasi antara latihan fisik yang ketat, kedisiplinan tinggi, serta pembinaan mental inilah yang menjadi kunci keberhasilan para atlet Tameng Jagad saat berlaga.

Rasa bangga dan syukur juga disampaikan oleh Ade (44), orang tua Farzan, saat ditemui di sela-sela kegiatan usai pengumuman hasil pertandingan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak sekolah dan khususnya kepada Yandri selaku pelatih PPS Tameng Jagad atas bimbingan yang telah diberikan. “Prestasi ini tidak mudah diraih tanpa bimbingan, ilmu, dan arahan yang baik dari Pak Yandri. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas segala kesabaran serta dedikasi yang diberikan kepada anak kami dan teman-temannya hingga bisa menampilkan kemampuan terbaik di Lubuk Basung kemarin,” ujar Ade dengan penuh haru.

Sementara itu, di tempat terpisah, Yandri selaku pelatih menyampaikan bahwa perjuangan belum selesai meski hasil penyisihan sudah memuaskan. Menjelang keberangkatan ke Padang untuk bertanding di tingkat provinsi, kelima atlet terpilih akan mendapatkan program latihan intensif dan pembinaan khusus kembali, terutama dalam hal penguatan mental bertanding. “Kami pastikan anak-anak siap secara fisik maupun batin. Mentalitas harus dibangun agar saat berada di arena pertandingan nanti, rasa percaya diri dan semangat juang mereka tetap berkobar tinggi untuk meraih hasil terbaik bagi daerah,” tegas Yandri. Kini, para atlet yang berasal dari berbagai daerah dan sekolah yang berbeda ini tinggal menunggu waktu keberangkatan untuk mengukir prestasi lebih tinggi lagi.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar