Lapas Kelas IIA Bukittinggi Ikuti Sosialisasi Pengawasan Internal, Perkuat Integritas dan Tata Kelola Organisasi

2 menit membaca
Jonni
News - 22 Jul 2026

BUKITTINGGI – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi pengawasan internal lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual ini dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan(Kunrat Kamiri. A.Md. IP,.S.Sos)pada Senin (20/7/2026). Langkah ini menjadi upaya nyata dalam memperkokoh sistem pengawasan serta menjaga marwah lembaga di mata masyarakat.

Dalam arahannya, Inspektur Jenderal menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan internal sebagai pondasi terciptanya pemerintahan yang baik (good governance). “Pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan langkah preventif agar setiap aparat semakin berintegritas, dan mencegah sedini mungkin terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa menegakkan prinsip bahwa pengawasan bukan semata tanggung jawab aparat pengawas, melainkan kewajiban setiap pegawai dalam menjaga tanggung jawab serta integritas organisasi.

Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, A.Md.IP., S.Sos., menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman menyeluruh terkait sistem pengawasan menjadi bekal penting bagi seluruh personel untuk bekerja lebih profesional dan berhati-hati. “Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap langkah dan kebijakan harus berlandaskan aturan dan tanggung jawab. Pengawasan yang kuat akan melindungi institusi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan,” tegas Nanang Rukmana.

Lebih lanjut Kalapas menambahkan, pihaknya akan terus mendorong penerapan budaya pengawasan di setiap lini kerja. “Kami pastikan seluruh pegawai memahami bahwa menjaga integritas dan akuntabilitas adalah kewajiban utama. Semangat pengawasan internal harus tertanam dalam setiap tindakan, bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan kesadaran bersama untuk menjaga nama baik institusi,” tambahnya.

Sementara itu, arahan dari lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas sangat bergantung pada kedisiplinan dan kepatuhan terhadap norma serta aturan. Penguatan pengawasan internal dipandang strategis untuk meminimalkan risiko penyimpangan, meningkatkan kinerja pelayanan, serta memastikan setiap program berjalan sesuai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bukittinggi semakin memahami hakikat dan pentingnya pengawasan internal dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. Kesadaran ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat akuntabilitas, serta mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi.

Lapas Kelas IIA Bukittinggi berkomitmen untuk menerapkan seluruh arahan dan panduan yang diterima. Seluruh elemen organisasi akan bersinergi menjadikan pengawasan sebagai budaya kerja, demi mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang kredibel, dipercaya masyarakat, dan mampu menjalankan mandat negara dengan sebaik-baiknya.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x