Lapas Kelas IIA Bukittinggi Perkuat Pembinaan Spiritual WBP Melalui Jalan Hijrah dan Kajian Keagamaan

2 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 06 Jul 2026

BUKITTINGGI –Senin 06-07-2026,-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter dan kepribadian positif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Melalui program unggulan bertajuk “Meniti Jalan Hijrah, Menggapai Cahaya Hidayah”, lembaga ini menyelenggarakan kegiatan pembinaan keagamaan yang berlangsung khusyuk dan mendalam di lingkungan Masjid At-Taubah, yang berada di dalam kompleks Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Kegiatan pembinaan ini tidak hanya sekadar acara rutin, melainkan menjadi pilar utama dalam sistem pembinaan pemasyarakatan. Dengan pendekatan yang berbasis spiritual, pihak lapas berharap WBP mampu melakukan introspeksi diri secara mendalam. Hal ini diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku mereka, serta menumbuhkan semangat perubahan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik ketika nantinya kembali terintegrasi di tengah keluarga dan masyarakat luas.

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh ketenangan ini meliputi berbagai agenda keagamaan yang komprehensif. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah keagamaan, hingga zikir dan doa bersama turut dilaksanakan. Selain itu, kegiatan ini juga memuat pembelajaran nilai-nilai akhlak mulia dan etika kehidupan yang menjadi bekal penting bagi WBP.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Nanang Rukmana, A.Md.IP., S.Sos., pembinaan spiritual memiliki peran strategis dalam proses pemulihan dan perbaikan diri WBP. “Kita percaya bahwa agama adalah cahaya yang mampu menerangi jalan kehidupan. Melalui pembinaan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan, ketakwaan, dan tanggung jawab pada diri setiap WBP,” ujar Nanang Rukmana dalam kesempatan tersebut.

Lebih lanjut, Nanang menekankan bahwa pembinaan ini bertujuan menjadikan WBP tidak hanya terbebas dari tahanan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan. “Kami ingin setiap WBP menjadikan masa penahanan ini sebagai momentum untuk berhijrah dan memperbaiki diri. Dengan memperkuat fondasi keimanan, mereka diharapkan mampu menghindari kesalahan yang sama dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna di masa depan,” tambahnya.

Lapas Kelas IIA Bukittinggi juga menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya bersifat kewajiban administrasi, melainkan dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis, inklusif, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan serta agama. Setiap kegiatan dirancang untuk memberikan dampak positif yang nyata, baik secara batin maupun pemahaman keagamaan bagi seluruh warga binaan.

Dengan adanya program pembinaan spiritual yang berkelanjutan ini, Lapas Kelas IIA Bukittinggi berharap dapat melahirkan WBP yang tidak hanya bebas dari ikatan hukum, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat ketika kembali ke lingkungan sosial.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *