Mewujudkan Kemandirian Perikanan Sumbar, Asril: Harga Pakan Mahal Tantangan Utama, Butuh Langkah Nyata

4 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 24 Mei 2026

Padang –Minggu 24-05-2026,-Potensi sumber daya perikanan di Provinsi Sumatera Barat terbilang sangat besar dan menjadi aset strategis yang mampu menggerakkan perekonomian daerah, namun masih terdapat sejumlah kendala mendasar yang menghambat kemajuan sektor ini. Salah satu tantangan terberat yang dirasakan langsung oleh para pelaku usaha dan pembudidaya ikan adalah tingginya harga pakan ikan yang terus melonjak, sehingga membebani biaya produksi dan menekan keuntungan yang diperoleh. Hal ini disampaikan oleh Asril, SE, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, yang menilai bahwa persoalan ini harus segera dicarikan solusi agar potensi besar tersebut dapat diubah menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Saat di hubungi melalui telpon selular Asril menyampaikan kepada media,Meskipun wilayah Sumatera Barat memiliki garis pantai yang panjang serta perairan darat yang luas dan sangat mendukung kegiatan perikanan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku pakan yang harganya tidak terjangkau masih menjadi masalah utama. Kondisi ini membuat para pembudidaya kesulitan mengembangkan usahanya, bahkan banyak yang terpaksa mengurangi jumlah bibit yang ditebar atau menghentikan usahanya sama sekali karena tidak sanggup menanggung biaya operasional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan nyata dan terukur dari seluruh pemangku kepentingan untuk memutus mata rantai permasalahan ini sekaligus memperkuat kemandirian sektor perikanan di daerah ini.

“Potensi perikanan Sumatera Barat sangat besar, namun mahalnya harga pakan ikan masih menjadi tantangan utama bagi pembudidaya. Diperlukan dukungan nyata untuk memperkuat kemandirian dan kesejahteraan pelaku usaha perikanan,” tegas Asril, saat menyampaikan pandangannya terkait pembahasan rencana pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kemandirian di sektor perikanan tidak hanya berarti mampu memproduksi hasil tangkapan atau budidaya yang melimpah, tetapi juga harus mampu menguasai rantai pasok kebutuhan pokok, termasuk ketersediaan pakan dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Lebih lanjut, Asril menguraikan sejumlah langkah strategis yang harus ditempuh agar cita-cita kemandirian perikanan Sumatera Barat dapat terwujud sepenuhnya dan membawa dampak positif yang luas bagi ekonomi masyarakat. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk menjawab akar masalah sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi keberlanjutan usaha perikanan di masa depan.

Pertama, pemerintah daerah harus mendorong pengembangan industri pakan ikan berbasis bahan baku lokal. Sumatera Barat memiliki kekayaan alam dan hasil pertanian yang dapat diolah menjadi bahan dasar pakan berkualitas, seperti limbah pertanian, dedak, maupun bahan organik lainnya. Melalui riset dan pendampingan teknologi, bahan-bahan ini dapat dimanfaatkan sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi drastis, dan harga pakan bisa dikendalikan agar lebih murah dan stabil.

Kedua, perlu adanya peningkatan akses terhadap teknologi dan inovasi bagi para pembudidaya. Pemerintah harus aktif memfasilitasi pelatihan dan pendampingan tentang cara pembuatan pakan mandiri di tingkat kelompok usaha, serta teknik budidaya yang lebih efisien dan hemat pakan. Ketika pelaku usaha memiliki kemampuan membuat pakan sendiri dan mengelola usaha dengan cara yang lebih cerdas, maka biaya produksi akan turun drastis dan keuntungan usaha akan meningkat, yang berujung pada peningkatan taraf hidup mereka.

Ketiga, pembentukan ekosistem kemitraan yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan kelompok tani perikanan. Kolaborasi ini penting agar hasil penelitian dapat segera diterapkan di lapangan, serta terbangunnya sistem distribusi pakan yang lebih pendek dan tidak dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Keempat, penyediaan fasilitas dan insentif bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang produksi pakan ikan, agar semakin banyak pihak yang tertarik berinvestasi di sektor ini sehingga persaingan usaha dapat menurunkan harga pasar.

Kelima, perbaikan tata kelola rantai pasok dan logistik di wilayah Sumatera Barat, agar distribusi bahan baku maupun pakan jadi berjalan lancar dan biaya pengiriman tidak menjadi beban tambahan harga. Keenam, menjamin ketersediaan modal usaha dengan bunga ringan melalui program kredit khusus perikanan, sehingga pembudidaya memiliki kemampuan daya beli yang cukup dan ketahanan modal saat harga pakan sedang tinggi. Ketujuh, memperkuat pengawasan dan stabilisasi harga pasar, serta menjaga kelestarian sumber daya alam agar bahan baku pakan senantiasa tersedia secara berkelanjutan.

Asril berharap, dengan penerapan langkah-langkah sistematis dan komprehensif tersebut, sektor perikanan Sumatera Barat tidak lagi hanya bergantung pada pasokan dari luar, melainkan menjadi daerah yang mandiri, kuat, dan mampu menyejahterakan seluruh pelaku usahanya. “Kemandirian perikanan adalah kunci kedaulatan ekonomi daerah. Jika persoalan pakan teratasi, maka potensi besar Sumatera Barat akan berubah menjadi keuntungan nyata bagi masyarakat dan pendapatan daerah,” pungkas politisi Nasdem ini.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *