Kunrat Kasmiri:Pemasyarakatan Sumbar Wujudkan Kemandirian Melalui Ketahanan Pangan dan Pembinaan Karakter

2 menit membaca
Jonni
Berita Terkini, News - 08 Jul 2026

PADANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat terus berupaya mengembangkan program pembinaan yang holistik bagi warga binaan pemasyarakatan. Dalam upaya tersebut, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Kunrat Kasmiri, S.H., didampingi oleh Kepala Bidang Bimbingan, Pengawasan, dan Pengendalian Leonard Silalahi, serta jajaran pimpinan lainnya, melaksanakan kegiatan evaluasi dan penguatan program di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan dapat berjalan secara optimal. Tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, pihaknya menekankan pentingnya pembinaan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan warga binaan, mulai dari pengembangan keterampilan hingga pembentukan kepribadian yang positif.

Dalam kesempatan tersebut, Kunrat Kasmiri menekankan bahwa langkah utama yang harus dilakukan adalah mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia di lingkungan lembaga. Ia menegaskan bahwa sumber daya alam dan manusia yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal guna memberikan pembinaan yang seimbang, baik dalam hal ketahanan pangan maupun pengembangan kemandirian mental dan sosial.

“Kami menekankan pentingnya mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Kunrat Kasmiri secara tegas. Ia menjelaskan bahwa kemandirian yang dimaksud bukan hanya dari segi ekonomi, tetapi juga kemampuan menjaga lingkungan dan mempertahankan keberlanjutan kegiatan produksi.

Penilaian dan evaluasi kemudian dilanjutkan pada program pembinaan kemandirian yang telah berjalan di Lapas Kelas III Suliki. Pihaknya menyoroti bahwa kegiatan pertanian dan peternakan yang dilakukan warga binaan menjadi sarana efektif untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras sebagai pondasi pembentukan karakter.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan, Kanwil Sumbar juga mengintensifkan pembudidayaan berbagai komoditas. Antara lain budidaya ikan lele, peternakan bebek petelur, serta penanaman padi dan palawija. Semua kegiatan ini dirancang agar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga binaan.

“Melalui pendekatan terpadu ini, kami berharap warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang berkarakter kuat, memiliki keterampilan nyata, dan siap berkontribusi positif. Ini adalah wujud pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya mengubah perilaku, tetapi juga membekali mereka untuk menjadi bagian dari pembangunan bangsa di masa depan,” tutup Kunrat Kasmiri. Program ini diharapkan menjadi contoh baik bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam membangun sistem pembinaan yang berdaya guna dan berkelanjutan.

  • Wartawan:
    Jonni
    No KTA 12.4/DGR/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *