
Dirgantaraku.com– Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan memasuki babak baru setelah Edy Basri secara resmi dilantik sebagai Ketua pada prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidrap, Sabtu (14/2/2026).
Pelantikan ini mendapatkan legitimasi kuat dengan kehadiran Ketua Umum DPP KJI Andarizal dan Ketua KJI Nasional Nurfandri, yang memberikan mandat untuk menjadikan KJI Sulsel sebagai lokomotif pergerakan jurnalis di wilayah timur Indonesia.
Dalam arahannya, Andarizal menekankan bahwa KJI Sulsel tidak boleh hanya berperan sebagai entitas administratif. Ia menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dalam waktu dekat. “Sulsel harus jadi lokomotif,” tegasnya.
Menanggapi mandat tersebut, Edy Basri dalam pidato perdananya menyatakan akan segera melakukan langkah konkret. Ia menjadwalkan rapat kerja wilayah (Rakerwil) sesaat setelah Lebaran untuk mematangkan struktur organisasi di daerah.
“Fokus kita adalah konsolidasi cepat dan penguatan struktur. Di era disrupsi, organisasi wartawan harus adaptif dan memberikan nilai lebih bagi anggotanya, bukan sekadar sekadar memiliki kartu anggota,” ujar Edy.
Momentum pelantikan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Meskipun berhalangan hadir, Dandim 1420/Sidrap Letkol Andi Zulhakim menyampaikan pesan tentang pentingnya sinergisitas antara jurnalis dan TNI. Dukungan juga datang dari Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong dan Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda yang mengirimkan karangan bunga sebagai simbol kemitraan.
Acara dihadiri oleh berbagai elemen strategis, antara lain unsur Kejaksaan Negeri Sidrap, Ketua Kadin Sidrap Andi Muh Yusuf Ruby, Owner Puncak Bila Ahmad Shalihin Halim, serta perwakilan organisasi jurnalis seperti PWI, JMSI, HIPSI, KWRI, SMSI, juga KNPI dan tokoh LSM.
Pelantikan di Puncak Bila menjadi sinyal bahwa KJI Sulsel berupaya menjadi “titik temu” bagi berbagai kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, tanpa mengorbankan integritas jurnalistik.

Tantangan ke depan adalah membuktikan bahwa KJI Sulsel mampu keluar dari rutinitas seremonial. Publik menanti langkah nyata dalam meningkatkan literasi, kapasitas jurnalis daerah, serta berperan sebagai ruang diskusi kebijakan yang relevan di tengah perubahan zaman.

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar